Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Sistem perwalian pria di Arab Saudi kini tengah jadi sorotan. Pemerintah setempat sedang melakukan penyelidikan terhadap sistem tersebut karena diduga banyak dilakukan penyalahgunaan.
Hal tersebut dilaporkan media Saudi. Penyelidikan dilakukan menyusul membelotnya seorang gadis 18 tahun di Thailand, bulan lalu, di mana memicu perhatian global atas tudingan pelanggaran HAM. Remaja itu kini mendapat suaka di Kanada.
Dikutip dari Channel News Asia, setiap wanita di Arab Saudi harus ditemani oleh kerabat laki-laki untuk melakukan banyak hal, mulai dari bepergian hingga mengambil keputusan.
Biasanya, wali pria diserahkan kerabat dekat, seperti ayah atau suami. Namun, juga terkadang wewenang itu diserahkan kepada paman, saudara lelaki, atau bahkan seorang putra kandung.
Menurut banyak kelompok pemerhati HAM, kebijakan itu mengubah wanita Arab Saudi menjadi warga negara kelas dua, merampas kebebasan sosial dan ekonomi mereka, serta menjadikan kaum Hawa lebih rentan terhadap kekerasan.
Banyak aspek perwalian yang dianggap berasal dari praktik-praktik informal dan bukan undang-undang khusus. Jaksa penuntut umum Saudi, Saud al-Mojeb mengatakan, kantornya tidak akan " berusaha keras melindungi individu, baik wanita, anak-anak atau orang tua, dari perlakuan tidak adil oleh mereka yang menyalahgunakan kekuasaan perwalian," lapor harian berbahasa Inggris, Saudi Gazette.
Kantor komunikasi pemerintah Arab Saudi tidak bersedia untuk memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Laporan: Happy Ferdian Syah Utomo/ Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya