Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Waketum DMI, Syafruddin (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Dream - Umat Islam di Indonesia menjadi inspirasi bagi sejumlah negara di dunia. Muslim Indonesia jadi panutan karena mampu menjaga ukhuwah dan kedamaian di tengah keberagaman.
" Keberagaman dan ukhuwah Islamiyah yang membuat Indonesia damai menjadi contoh banyak negara di dunia," kata Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Syafruddin, dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Syafruddin, sejumlah negara kagum dengan Indonesia yang damai. Alhasil, banyak negara yang sedang mengalami konflik meminta Indonesia menjadi juru damai.
" Sebagai negara Islam terbesar ternyata Indonesia bisa hidup damai dan rukun dengan sesama, sehingga negara seperti Filipina, Myanmar, dan Afghanistas minta kita mendamaikan konflik yang ada," kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini.
Islam di Indonesia, kata Syafruddin, tersebar melalui cara yang damai dan berkembang sejalan dengan adat ketimuran. Dia juga menekankan salah satu penyokong kemajuan peradaban Islam adalah kerukunan umat.
" Pergesekan justru terjadi di negara Muslim seperti Suriah, Irak, Yaman, dan lainnya. Sedangkan di Benua Eropa kehidupan damai sehingga Islam bisa berkembang sangat pesat," ucap dia.
Selanjutnya, Syafruddin menyinggung pesatnya perkembangan Islam di Eropa. Ketika menempuh pendidikan di London, Inggris, dia mengaku saat itu hanya ada delapan masjid.
" Masjid saat ini di London sudah ratusan dan mayoritas kaum ibu-ibu yang mengisi kegiatannya," tutur dia.
Tak hanya itu, mengutip hasil penelitian di Jerman, mantan Wakapolri ini menyatakan sebagian besar penduduk Eropa di masa mendatang merupakan pemeluk Islam. Dia juga menerangkan jumlah masjid sebagai simbol peradaban Islam di Eropa semakin bertumbuh.
" Untuk itu mari kita jaga masjid sebagai tempat suci untuk kegiatan suci, jangan untuk kegiatan yang tidak penting," kata Syafruddin.
Sumber: Liputan6.com/ Muhammad Ali
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
