Stasiun Hidroakustik Rekam Sinyal, Inikah Lokasi Jatuhnya MH370?

Reporter : Sugiono
Senin, 4 Februari 2019 09:00
Stasiun Hidroakustik Rekam Sinyal, Inikah Lokasi Jatuhnya MH370?
Dan untuk kesekian kalinya, teori tentang lokasi hilangnya MH370 kembali diungkapkan oleh para ilmuwan dari Inggris.

Dream - Pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 yang raib sejak 8 Maret 2014 sepertinya masih terus dilakukan. Padahal pemerintah Malaysia sudah menghentikan pencarian tersebut.

Pesawat MH370 hilang tanpa jejak setelah meninggalkan Kuala Lumpur, Malaysia untuk menuju ke Beijing, China. Pesawat itu tiba-tiba hilang dari radar menara pengawas dan lenyap begitu saja, seperti ditelan Bumi.

Usaha pencarian besar-besaran dalam sejarah penerbangan pun dilakukan. Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya benar-benar dihentikan.

Berbagai teori tentang hilangnya MH370 pun bermunculan, mulai dari diculik alien hingga sabotase teroris.

Dan untuk kesekian kalinya, teori tentang lokasi hilangnya MH370 kembali diungkapkan oleh para ilmuwan dari Inggris.

Sebuah studi tentang gelombang gravitasi akustik yang terekam pada hari MH370 menghilang menunjukkan rute yang berbeda.

Selain itu, para ilmuwan dari Cardiff University mengungkapkan penerbangan MH370 kemungkinan jatuh di timur laut Madagaskar.

1 dari 2 halaman

Terekam oleh Mikrofon Bawah Air

Kesimpulan itu didapat setelah ilmuwan Cardiff University meneliti gelombang gravitasi akustik yang direkam oleh dua stasiun hidroakustik di Samudra Hindia.

Salah satu stasiun hidroakustik tersebut berada di lepas pantai Tanjung Leeuwin di Australia Barat. Sementara yang lain di Diego Garcia yang letaknya lebih jauh ke utara.

Masing-masing stasiun, yang dioperasikan oleh Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organisation, memiliki tiga 'hydrophones' atau mikrofon bawah air, yang terus-menerus merekam gelombang suara di laut.

Sinyal dari kedua stasiun menunjukkan gelombang suara yang bisa berasal dari benda besar, seperti meteorit atau pesawat terbang yang jatuh di laut.

Studi sebelumnya oleh Cardiff University dan Curtin University di Australia Barat menunjukkan lokasi jatuhnya pesawat antara jam 12 malam dan 2 pagi pada tanggal 8 Maret 2014.

Ini adalah hari di mana penerbangan MH370 dinyatakan hilang kontak oleh menara pengawas udara di Kuala Lumpur.

Namun, setelah memahami bagaimana cepat dan jauhnya gelombang gravitasi akustik melewati bawah laut, ilmuwan Cardiff University menyimpulkan bahwa MH370 jatuh ke laut antara jam 11 malam pada tanggal 7 Maret 2014 hingga jam 4 pagi keesokan harinya.

" Kami sekarang telah dapat mengidentifikasi dua lokasi di mana pesawat itu jatuh di lautan, serta rute alternatif yang mungkin diambil oleh pesawat itu," kata Dr Usama Kadri dari Cardiff University.

2 dari 2 halaman

Kemungkinan Jatuh di Madagaskar

Analisis gelombang gravitasi akustik yang direkam oleh stasiun hidroakustik di Australia Barat menyebutkan lokasi kecelakaan berada di Samudra Hindia selatan.

Perkiraan itu sebagian besar mencakup area yang menjadi wilayah pencarian MH370 selama ini. Tapi sinyal dari stasiun Diego Garcia menunjukkan lokasi kecelakaan agak jauh ke utara daripada yang diduga sebelumnya.

Dengan asumsi stasiun Diego Garcia benar, maka pesawat MH370 seharusnya mengambil rute yang berbeda dengan perkiraan selama ini.

Dengan demikian, data dari Diego Garcia akan mengarah ke lokasi yang diduga sebagai tempat kecelakaan yang terletak di timur laut Madagaskar, bila sinyal itu benar-benar dari pesawat yang hilang itu. 

Dr Kadri mengatakan, temuan baru ini didasarkan pada pemahaman yang lebih baik tentang elastisitas atau fleksibilitas dasar laut.

Elastisitas dasar laut itulah yang mempengaruhi bagaimana gelombang suara berjalan di bawah air.

" Ketika gelombang gravitasi akustik mulai bergerak melalui dasar laut, kecepatan rambatnya meningkat menjadi lebih dari 3.500 m / detik, dari 1.500 m / detik saat melalui air," pungkas Dr Kadri.

Sumber: ABC Australia

Beri Komentar