Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menjalani Umroh Menggunakan Sepeda Motor (Foto: Facebook)
Dream - Tiga orang sahabat asal Kelantan, Malaysia menjalani umroh dengan cara spesial. Mereka mengendarai motor dari Malaysia hingga Arab Saudi.
Ketua perjalanan itu bernama Diami Yusoff, presiden Chopper Garage Kelantan. Sementara dua pengemudi lainnya bernama, Mohd Zalani Zulkifli, dari komunitas Bikers Kelantan dan mekanik Wali 7 Bikers, dan Mohamad Fadhli Ab Rashid.
Uniknya, ketiga pengemudi itu menggunakan motor bebek bermesin di bawah 150 cc. Meski menggunakan motor bermesin standar, rencana perjalanan disiapkan dengan matang.
Selama setahun mereka berkutat dengan rute dan peralatan yang harus dibawa.
Dilaporkan Siakap Keli, perjalanan itu dimulai sejak November 2018. Sejak dimulai, mereka telah melalui 8 negara dan 14.000 kilometer.
Setelah mencapai Riyadh, ketiga biker Malaysia itu melanjutkan perjalanan panjang ke Madinah. Perjalanan itu akhirnya berhasil mencapai Madinah pada Sabtu, 19 Januari pukul 16.30 Waktu Arab Saudi.
Tiga pengemudi motor itu kemudian akan melanjutkan perjalanan ke Mekah. Pusat ibadah umroh.
Dream - Dua pria asal Kebumen, Jawa Tengah, Kiai Khudori dan Nurudin, sempat menghebohkan dunia maya. Keduanya membuat aksi nekat berangkat ke Tanah Suci hanya dengan mengendarai sepeda ontel di akhir April lalu.
Banyak orang melepaskan kepergian warga Desa Roworejo, Kecamatan Kebumen dan warga Desa Sidomoro, Kecamatan Bulupesantren ini. Termasuk dari keluarga, kerabat, serta para tetangga.
Doa mengiringi keberangkatan keduanya. Langkah mereka dianggap menginspirasi banyak orang.
Mereka pun sudah mengantongi sejumlah persyaratan haji. Contohnya, paspor dan dokumen keimigrasian sudah selesai mereka urus dari Kantor Imigrasi Cilacap.
Mereka lalu mengayuh sepeda dari Kebumen menuju Tanjung Priok, Jakarta. Rencananya, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut dengan rute Selat Malaka-Teluk Bengala (India-Bangladesh)-Samudera Hindia-Laut Merah, sampai berlabuh di Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
Jika tiba di Jeddah, dua pria ini melanjutkan perjalanan dengan sepeda ontel menuju Mekah dan Madinah.
Tapi, langkah mereka terhenti di Batam, Kepulauan Riau. Mereka gagal mendapatkan visa.
"Informasinya seperti itu, tidak bisa melanjutkan perjalanan karena tidak dapat visa," kata Kepala Desa Roworejo, Amir Syarifuddin, dikutip dari Liputan6.com, Sabtu 2 Juni 2018.
Keimigrasian Batam memberikan saran keduanya agar pulang ke kampung halaman. Saran itu dituruti. Mereka pulang menggunakan pesawat terbang.
Pada Rabu 30 Mei kemarin sekitar pukul 19.30 WIB, keduanya tiba di kampung halaman. Tepat ketika masjid tengah menggelar sholat Tarawih berjemaah.
Tetapi, Amir tidak menjelaskan apakah sepeda keduanya turut dibawa pulang atau tidak. Kades itu mengaku baru mendapat kabar semacam itu dari tetangga Khudori.
Semangat Khudori untuk berhaji tidak surut. Sehari usai tiba di kampung halaman, dia langsung mendaftar haji reguler di Kementerian Agama Kebumen.
Amir tak menyangsikan Khudori memiliki kemampuan finansial yang cukup. Menurut Amir, strata ekonomi Khudori terbilang di atas rata-rata.
Khudori merupakan seorang pengusaha konveksi yang kerap mendapatkan pesanan dari Jakarta. Pergi haji tentu bukan hal sulit bagi Khudori.
Amir juga menjelaskan sebenarnya Khudori sudah lama diminta mendaftar haji oleh anak-anaknya, bila perlu dengan ONH plus. Tetapi, Khudori tetap ingin berhaji dengan mengendarai sepeda lantaran sudah menjadi hobinya.
"Dari dulu pun keluarga ingin Pak Khudori naik hajinya reguler. Saya pun pernah menyarankan seperti itu, tapi ya itu (tekadnya sudah bulat)," kata Amir.
Lebih lanjut, Amir mengatakan Khudori memang punya pribadi yang unik. "Dia memang tokoh agama di sini," tutur Amir.
Sumber: Liputan6.com/Muhamad Ridlo
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Kenapa Ada Orang Suka Sayur Pahit, tetapi Ada yang Tak Tahan Bau Ketumbar? Ini Penjelasan Sains

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti