3.308 Kamar Asrama Haji Siap Rawat Pasien Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 25 Juni 2021 12:02
3.308 Kamar Asrama Haji Siap Rawat Pasien Covid-19
Wamenag mengatakan penggunaan asrama haji melalui koordinasi dengan Satgas Covid-19 dan pemda setempat.

Dream - Kementerian Agama menyatakan asrama haji seluruh Indonesia sudah siap merawat pasien Covid-19. Terdapat 26 asrama haji yang sudah bisa dimanfaatkan untuk ruang isolasi.

" Ada sebanyak 3.308 kamar yang siap digunakan untuk pasien Covid-19, kira-kira dapat menampung sebanyak 10 ribuan orang," ujar Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, melalui keterangan tertulis.

Zainut sempat meninjau Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Dia memastikan seluruh fasilitas di fasilitas tersebut  sudah siap menampung pasien Covid-19.

Khusus Asrama Haji Pondok Gede, Zainut mengatakan dapat menampung 556 pasien yang terbagi dalam tiga gedung. Gedung A memiliki kapasitas 44 kamar dapat menampung 172 pasien.

Pada gedung B tersedia 36 kamar dan dapat menampung 144 orang. Sedangkan gedung C memiliki 24 kamar dan bisa untuk 240 orang.

 

 

1 dari 3 halaman

Hanya Siapkan Kamar Untuk Isolasi

Selain kesiapan asrama, Zainut menegaskan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19, BNPB, Kodam dan Dinas Kesehatan setempat. Kemenag hanya menyediakan kamar asrama sebagai ruang isolasi.

" Sementara tenaga medis, obat-obatan, tenaga pengamanan dan konsumsi diserahkan kepada Pemda dan Dinas Kesehatan masing-masing," kata dia.

Sesditjen PHU Ramadhan Harisman menyampaikan dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang Satgas Covid-19, BNPB, Kodam dan Dinas Kesehatan untuk mengoordinasikan layanan ruang isolasi di asrama haji. Sebab penanganan pasien Covid-19 menjadi kewenangan Dinas Kesehatan.

Sementara, untuk konsumsi, tenaga medis, obat-obatan dan tenaga pengamanan, Ramadhan mengatakan hal itu menjadi kewenangan dinas terkait setempat.

Direktur RS Haji Jakarta, Mahesa Paranadipa, mengatakan saat ini ada 44 pasien Covid-19 yang dirawat di Gedung Arafah Asrama Haji Pondok Gede. Dia mengatakan masih ada sekitar 72 kamar kosong dan bisa dimanfaatkan pasien Covid-19.

" Gedung Arafah ini terdiri dari empat lantai, setiap kamar dapat diisi oleh dua orang," kata Mahesa.

2 dari 3 halaman

MUI: Zona Merah Covid-19, Tidak Diperkenankan Sholat Idul Adha di Luar Rumah

Dream - Majelis Ulama Indonesia tidak membolehkan Sholat Idul Adha pada wilayah yang ditetapkan dalam zona merah Covid-19 digelar di luar rumah. Kasus Covid-19 saat ini sedang melonjak sehingga umat Islam lebih baik melaksanakan sholat Idul Adha di dalam rumah.

" Dalam keadaan seperti ini, jika suatu daerah zonanya merah maka tidak diperkenankan melaksnakan (Sholat Id) di masjid atau tempat terbuka," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda.

Terkait ibadah Idul Adha 1442 H/2021 M, Kiai Huda mengatakan, Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2020 masih dapat menjadi rujukan. Dia mengakui tentu umat Islam sangat ingin melaksanakan Sholat Idul Adha di masjid atau lapangan sebagai bagian dari syiar keagamaan.

Untuk zona hijau dan kuning, Kiai Huda mengatakan masyarakat dibolehkan menggelar Sholat Idul Adha di luar rumah. Namun demikian, ibadah dijalankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

" Seperti memakai masker, sebelum masuk lokasi dites suhu, ada tempat cuci tangan, hand sanitizer dan protokol lainnya," kata dia.

3 dari 3 halaman

Jumatan Ditiadakan Untuk Zona Merah

Menurut Kiai Huda, MUI juga telah memberikan anjuran terkait Sholat Jumat yang sifatnya wajib. Menurut dia, Sholat Jumat ditiadakan untuk zona merah dan diganti dengan Sholat Dzuhur di rumah.

Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan sholat di rumah saja bagi masyarakat di zona merah merupakan ikhtiar menekan penyebaran Covid-19. Dia mengajak seluruh pengurus masjid untuk menyuarakan agar masyarakat tidak melaksanakan Sholat Jumat maupun Sholat Idul Adha di luar rumah.

" Kami mengajak semua pihak utamanya pengurus masjid seperti DKM pada tataran provinsi sampai pusat membicarakan mana yang masuk zona merah, maka yang masuk zona terkendali dan tidak terkendali," kata Buya Amirsyah, dikutip dari MUI.

Beri Komentar