AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Ada Tiga Kategori Larangan Penggunaan Nama Di Arab Saudi (foto Ilustrasi)
Dream - Pemerintah Arab Saudi melalui kementerian dalam negeri merilis 50 nama yang dilarang untuk digunakan sebagai nama bayi.
Termasuk nama yang terkait keluarga kerajaan, nama yang dikaitkan dengan penistaan agama atau nama 'asing'.
Menurut pemerintah di sana, nama-nama itu dilarang karena bertentangan dengan kebudayaan Arab, bertentangan dengan agama, merupakan nama asing atau sekadar dianggap 'tidak pantas'.
Akibat larangan ini, maka warga Saudi tak bisa lagi menamai anak mereka dengan nama Amir (pangeran), Linda atau Abdul Nabi.
Dapat disimpulkan, ada tiga kategori larangan penggunaan nama di Arab Saudi. Pertama, nama yang bertentangan dengan keagamaan mereka. Kedua, nama yang terkait orang-orang memiliki royalti dan terakhir nama yang berasal dari non-arab atau non-islam.
Nama Benyamin yang termasuk dilarang. Meski Islam meyakini Benyamin adalah nama putra Nabi Yakub dan saudara Nabi Yusuf, namun nama itu juga digunakan PM Israel, Benyamin Netanyahu.
Kemudian Abdul Nasser. Alasanya, nama itu sama dengan nama pemimpin nasionalis Mesir terkenal yang juga adalah musuh Arab Saudi.
Ada juga nama Abdul Nabi dan Abdul Hussein, yang banyak digunakan Muslim Sunni maupun Syiah. Nama-nama ini masuk dalam daftar terlarang karena memiliki arti ganda.
Abdul bisa berarti " pemuja" atau " budak dari" seseorang. Jadi jika kedua kata itu digabungkan menjadi satu nama, bisa mengundang interpretasi berbeda. Misalnya nama Abdul Nabi bisa diartikan " pemuja Nabi" atau " budak Nabi" .
Untuk nama-nama lain yang dilarang terkait dengan keluarga kerajaan adalah Sumuw (yang mulia), Malek (raja) dan Malika (ratu) atau istilah lain misalnya Al Mamlaka (kerajaan).
Nama lain yang dilarang pemerintah juga merupakan nama yang banyak digunakan warga Saudi. Misalnya, Malak (malaikat), Amir (pangeran), Abdul Nasser dan Jibril.
Berikut daftar lengkapnya:
Malaak (angel)
Abdul Aati
Abdul Naser
Abdul Musleh
Nabi (prophet)
Nabiyya (female prophet)
Amir (prince)
Sumuw (highness)
Al Mamlaka (the kingdom)
Malika (queen)
Mamlaka (kingdom)
Tabarak (blessed)
Nardeen
Maya
Linda
Randa
Basmala (utterance of the name of God)
Taline
Aram
Nareej
Rital
Alice
Sandy
Rama (Hindu god)
Maline
Elaine
Inar
Maliktina
Lareen
Kibrial
Lauren
Binyamin (Arabic for Benjamin)
Naris
Yara
Sitav
Loland
Tilaj
Barrah
Abdul Nabi
Abdul Rasool
Jibreel (angel Gabriel)
Abdul Mu’een
Abrar
Iman
Bayan
Baseel
Wireelam
(Sumber: Gulfnews)
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli