Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Antibodi `Virus Mematikan di Jazirah` Ditemukan

Reporter : Kusmiyati
Rabu, 30 April 2014 08:08
Antibodi `Virus Mematikan di Jazirah` Ditemukan
Ilmuwan yakin antibodi yang ditemukan dapat menanggulangi penyakit yang sudah merenggut 102 nyawa di Arab Saudi sejak ditemukan pada 2012 itu.

Kelompok ilmuwan mengklaim menemukan beberapa antibodi penyakit yang disebabkan virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV) di Timur Tengah. Ilmuwan yang berasal dari Amerika Serikat, China dan Hongkong itu yakin, antibodi alami yang ditemukan dapat menanggulangi penyakit yang sudah merenggut 102 nyawa di Arab Saudi sejak ditemukan pada 2012 itu.

" Sementara, ini adalah awal. Hasil penelitian mengisyaratkan antibodi ini, terutama yang dikombinasikan, dapat menjadi kandidat menjanjikan untuk menanggulangi MERS," tulis para ilmuwan dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences (PNAS), Rabu 30 April 2014.

Dalam sebuah penelitian yang juga dimuat dalam jurnal Science Translational Medicine, tim yang dipimpin ilmuwan Cina ini menemukan dua antibodi. Keduanya yakni MERS-4 dan MERS-27. Dua antibodi itu diklaim mampu memblokir sel-sel yang sudah terinfeksi virus MERS. Antibodi penetralisir ini berpotensi menjadi vaksin untuk melawan MERS.

Meski begitu, para ilmuwan belum mengetahui secara pasti cara virus MERS ditularkan ke manusia. Namun satu hal yang pasti, virus ini sudah ditemukan pada kelelawar dan unta. Unta kemungkinan besar menjadi 'tersangka utama' hewan pembawa MERS yang kemudian menularkan ke manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berencana mengirim tim ahli internasional ke Kerajaan Arab Saudi pekan ini untuk membantu menyelidiki wabah itu. Penyebaran virus dilaporkan sudah terjadi di Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Bahkan penyakit yang memiliki gejala awal demam, batuk dan sesak nafas akut ini dilaporkan sudah menyebar ke Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Tunisia, Filipina, dan Malaysia.

Kementerian Kesehatan RI telah mengeluarkan surat edaran kepada Dinas Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di seluruh Indonesia untuk waspada. Langkah ini untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang juga bercirikan radang paru akut dan gagal ginjal ini.

Kantor Kesehatan Pelabuhan diminta mewaspadai orang yang berasal dari Timur Tengah yang memiliki gejala demam di atas 38 derajat celcius. Ini merupakan ciri lain penyakit yang disebabkan virus Corona. Virus yang masih satu jenis virus dengan penyebab SARS.

Beri Komentar