Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Setidaknya Ada Sekitar 200.000 Orang Yang Mendaftar Dalam Misi Itu (Mars-One)
Dream - Mars One selaku organisasi non profit yang siap menyelenggarakan misi mengirim manusia ke Mars, membeberkan keinginannya agar kaum muslim turut dalam misi tersebut.
Mars One menyatakan seharusnya umat Islam ikut serta dalam misi itu, sebagaimana budaya Islam selalu mengeksplorasi setiap ilmu pengetahuan.
Misi itu menurut mereka telah sesuai dengan apa yang telah tercantum dalam Alquran, yang menganjurkan melihat tanda-tanda ciptaan Allah di langit dan bumi.
Mars One mengatakan salah satu penjelajah muslim asal Maroko, Ibnu Battuta, adalah salah seorang contoh penjelajah yang patut ditiru.
Ibnu Batuta setidaknya telah mengarungi perjalanan sejauh 73.000 mil yang berarti setara dengan 44 negara di tahun 1325-1355.
" Misi ke Mars adalah sebuah perjalanan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, pemukim pertama akan mengikuti jejak Ibnu Battuta, Marco Polo, Neil Amstrong dan beberapa penjelajah besar lainnya dalam sejarah," pernyataan juru bicara Mars One.
Setidaknya ada sekitar 200.000 orang yang mendaftar dalam misi itu, termasuk diantara mereka 500 penduduk Uni Emirat Arab. Misi itu dijadwalkan terealisasi pada 2025 mendatang.
Mars One merupakan salah satu misi yang merencanakan mendirikan sebuah koloni di Mars. Didahului dengan pendaratan pesawat tanpa awak sebagai suatu bentuk persiapan, kemudian dilanjutkan dengan pendaratan manusia.
Sebelumnya, organisasi Islam yang bermarkas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, General Authority of Islamic Affairs and Endowment (GAIAE), mengeluarkan fatwa larangan bagi siapa pun untuk tinggal di Planet Mars.
Alasannya karena hidup di Planet Merah itu sangat penuh risiko dan membahayakan nyawa.
(Sumber: Telegraph)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya