Kaum Muslim Diajak untuk Ikut Misi ke Planet Mars

Reporter : Sandy Mahaputra
Selasa, 29 April 2014 20:11
Kaum Muslim Diajak untuk Ikut Misi ke Planet Mars
Menurut Mars One, budaya Islam dikenal selalu mengeksplorasi setiap ilmu pengetahuan. Ibnu Battuta, begitu alasan mereka, adalah salah satu penjelajah muslim yang patut ditiru.

Dream - Mars One selaku organisasi non profit yang siap menyelenggarakan misi mengirim manusia ke Mars, membeberkan keinginannya agar kaum muslim turut dalam misi tersebut.

Mars One menyatakan seharusnya umat Islam ikut serta dalam misi itu, sebagaimana budaya Islam selalu mengeksplorasi setiap ilmu pengetahuan.

Misi itu menurut mereka telah sesuai dengan apa yang telah tercantum dalam Alquran, yang menganjurkan melihat tanda-tanda ciptaan Allah di langit dan bumi.

Mars One mengatakan salah satu penjelajah muslim asal Maroko, Ibnu Battuta, adalah salah seorang contoh penjelajah yang patut ditiru.

Ibnu Batuta setidaknya telah mengarungi perjalanan sejauh 73.000 mil yang berarti setara dengan 44 negara di tahun 1325-1355.

" Misi ke Mars adalah sebuah perjalanan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, pemukim pertama akan mengikuti jejak Ibnu Battuta, Marco Polo, Neil Amstrong dan beberapa penjelajah besar lainnya dalam sejarah," pernyataan juru bicara Mars One.

Setidaknya ada sekitar 200.000 orang yang mendaftar dalam misi itu, termasuk diantara mereka 500 penduduk Uni Emirat Arab. Misi itu dijadwalkan terealisasi pada 2025 mendatang.

Mars One merupakan salah satu misi yang merencanakan mendirikan sebuah koloni di Mars. Didahului dengan pendaratan pesawat tanpa awak sebagai suatu bentuk persiapan, kemudian dilanjutkan dengan pendaratan manusia.

Sebelumnya, organisasi Islam yang bermarkas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, General Authority of Islamic Affairs and Endowment (GAIAE), mengeluarkan fatwa larangan bagi siapa pun untuk tinggal di Planet Mars.

Alasannya karena hidup di Planet Merah itu sangat penuh risiko dan membahayakan nyawa.

(Sumber: Telegraph)

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya