Keganasan Virus MERS, Belum Ditemukan Vaksin Khusus

Reporter : Kusmiyati
Selasa, 29 April 2014 20:06
Keganasan Virus MERS, Belum Ditemukan Vaksin Khusus
Hampir semua mereka yang terkena MERS Cov adalah orang-orang yang mempunyai penyakit lain. Unta belum tentu jadi sumber virus Mers.

Dream - Banyak pemberitaan menyatakan bahwa penularan Virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov) berasal dari unta. Namun Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan belum bisa memastikan hal itu.

" Seperti kasus yang ada di Malaysia. Satu orang di sana meninggal akibat virus MERS. Namun hingga saat ini, belum diketahui tertularnya karena apa," kata Tjandra saat dihubungi Dream.co.id, Selasa 29 April 2014.

Dalam kasus itu dia memang pergi ke peternakan unta dan meminum susu unta di sana. " Tapi belum tentu juga tertularnya dari unta itu," ujar dia.

Tjandra mengatakan dari beberapa negara Arab memang MERS Cov ditemukan pada beberapa unta, walaupun tidak ada hubungan secara langsung. " Kita belum tahu pasti apakah unta menjadi sumber penularan. Pada kasus yang sebelumnya biasanya disertai penyakit penyerta lain dan kebetulan yang di Malaysia itu ada penyakit gula" .

Ia menyebutkan hampir semua mereka yang terkena MERS Cov adalah orang-orang yang mempunyai penyakit lain.

Belum Ada Vaksin Khusus

Hingga kini belum ada vaksin spesifik untuk mencegah infeksi MERS Cov. Selain itu, belum ditemukan juga metode pengobatan yang secara spesifik menyembuhkan penyakit ini.

" Belum ada vaksin khusus untuk penyakit ini. Saya hanya menghimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," kata Tjandra menambahkan.

MERS merupakan virus yang mulai terdeteksi pada April 2012 di Arab Saudi, merupakan varian dari coronavirus yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan, mulai dari penyakit flu biasa sampai dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Sebagian besar orang yang terinfeksi MERS Cov berkembang menjadi penyakit saluran pernapasan berat dengan gejala-gejala demam, batuk, dan napas pendek, serta sekitar separuh dari jumlah penderita meninggal dunia.

Penamaan virus ini dengan MERS-Cov muncul dalam sebuah jurnal kesehatan pada tanggal 15 Mei 2013.

Dikutip dari situs Setkab, menurut penelitian, meskipun serumpun, virus MERS-Cov secara genetis berbeda dengan virus SARS yang pernah menghebohkan dunia pada 2003 silam.

Arab Saudi menjadi negara terbanyak yang jumlah penduduknya terinfeksi virus mematikan ini. Hingga saat ini tercatat 194 kasus dengan angka kematian sebanyak 69 orang.

Beri Komentar
BJ Habibie Dimakamkan di Samping Ainun Habibie