Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Jakarta International School (merdeka.com)
Dream - Keberadaan sekolah internasional di Indonesia tengah menjadi sorotan setelah terkuak kasus pecelahan seksual yang dialami seorang siswa TK di Jakarta International School (JIS). Lalu, bagaimana nasib sekolah-sekolah 'muslim internasional'?
" Data yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak satu pun sekolah internasional berbasis agama. Dan sekolah berbasis agama menjadi kewenangan Kemenag," kata Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kemendikbud, Erman Syamsudin saat berbincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.
Sekolah berbasis agama yang ada di Indonesia termasuk dalam kategori sekolah swasta, bukan internasional. Semisal, Jakarta Islamic Shcool. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah sekolah internasional di Indonesia saat ini sebanyak 114.
Dari jumlah itu, sebanyak 32 sekolah bertaraf internasional berada di Jakarta. Sisanya tersebar di beberapa kota lainnya. Terbanyak setelah Jakarta berada di Bali, karena jumlah ekspatriat di Pulau Dewata terbilang banyak. " Hanya ada 32 sekolah yang memiliki PAUD. Sisanya hanya SD, SMP dan SMA," tambah Erman.
Sementara, Juru Bicara Kementerian Agama Djubaedi menambahkan tidak ada sekolah internasional berbasis agama di Indonesia. " Jadi hanya sekolah swasta," timpal Djubaedi kepada Dream.
Djubaedi akui ada beberapa pusat pendidikan yang diselenggarakan Kedutaan Duta Besar, seperti Kedutaan Arab Saudi). Tetapi, kegiatan itu tidak bisa dikatakan sebagai sekolah muslim internasional. " Karena semua pesertanya orang Indonesia. Meski dan itu tidak terdaftar sebagai sekolah," tegas Djubaedi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang