BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi (firstlook.pnas.org)
Dream - Kedutaan Besar RI di Riyadh, Arab Saudi mengingatkan warga Indonesia yang akan menunaikan ibadah umroh ataupun haji untuk mewaspadai merebaknya virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV). Apa sebenarnya virus yang sudah menewaskan 100 orang lebih sejak ditemukan pada 2012 itu?
Virus yang ditemukan pertama kali di Arab Saudi itu ditemukan pada kelelawar. Peneliti menguji sampel kelelawar yang tinggal 11 km dari pasien pertama yang terinfeksi MERS di Arab Saudi. Hasilnya, ada kemiripan 100 persen dengan virus MERS yang menyerang manusia.
Gejala umum penyakit ini sama dengan flu pada umumnya yakni demam, batuk disertai kesulitan bernafas. Meskipun sudah menyebabkan banyak korban tewas, sampai kini belum diketahui pasti bagaimana manusia bisa terinfeksi virus ini. Diduga penularan penyakit ini sama dengan corona virus lainnya. Seperti apa ciri khas penularan corona? Berikut rinciannya:
1. Penularan langsung lewat cairan penderita yang batuk atau bersin
2. Penularan tidak langsung melalui sentuhan benda-benda yang terkontiminasi virus
3. Kontak langsung dengan penderita
Gejala penyakit MERS-CoV ditandai dengan demam lebih ≥38°C. Bisa juga dialami pasien yang memiliki riwayat demam, batuk, pneumonia berdasarkan gejala klinis atau gambaran radiologis yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan bahkan di Intensive Care Unit (ICU).
Gejala juga bisa terlihat dari orang yang terinfeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ringan sampai berat, yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus konfirmasi atau kasus probable infeksi MERS-CoV dalam waktu 14 hari sebelum sakit.
Bagaimana pencegahannya? Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama memaparkan, para jamaah untuk selalu menjalankan pola hidup sehat.
" Menjaga higienis perorangan, rajin-rajin cuci tangan pakai sabun. Bila tangan tidak tampak kelihatan kotor gunakan antiseptik. Bila diperlukan gunakan masker," kata Tjandra saat berbincang dengan Dream.
Para jamaah juga harus mematuhi praktik-praktik pengamanan makanan. Seperti menghindari daging yang tidak dimasak atau penyediaan makanan dengan kondisi sanitasi yang baik. Bisa juga dengan mencuci buah dan sayuran dengan benar. Serta menghindari kontak yang tidak perlu dengan hewan-hewan yang diternakkan, hewan peliharaan dan hewan liar.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
