Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Jakarta International School (merdeka.com)
Dream - Label sekolah internasional sering kali membuat masyarakat bingung. Banyak dari mereka belum mengetahui kategori apa yang membuat sebuah sekolah disebut bertaraf ternasional.
Menurut Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Erman Syamsudin, ada dua kategori dalam skema sekolah internasional. " Pertama, sekolah diplomatik dan sekolah-sekolah internasional dalam bentuk kerjasama," kata Erman saat berbincang dengan Dream, Selasa 29 April 2014.
Untuk sekolah internasional dengan kategori sekolah diplomatik berisikan murid-murid yang juga warga negara asing alias korps diplomatik. Peserta didiknya juga orang asing, dengan menggunakan kurikulum bebas.
" Jadi siswa Indonesia tidak boleh masuk. Karena mereka tidak mengajarkan karakter dan budaya Indonesia. Mereka menggunakan kurikulum internasional bukan nasional," beber Erman. Namun, sekolah itu tetap harus memenuhi persyaratan izin yang ditentukan Kementerian.
Kategori kedua, sekolah internasional dalam bentuk kerjasama. Sekolah asing yang berdiri di Indonesia tidak boleh berdiri, apalagi beroperasi tanpa berpartner dengan penyelenggara dalam negeri.
Sekolah internasional dalam bentuk ini dapat menerima para pelajar asal Indonesia. Dengan tetap dikenakan aturan termasuk mempelajari agama, bahasa Indonesia, PPKN, dan sejarah.
Sayangnya, izin itu kerap disalahgunakan oleh pihak sekolah. Banyak sekolah yang awalnya izin diplomatik ternyata dalam perjalanannya menerima orang Indonesia. Maka bermunculanlah sekolah internasional aspal, asli tapi palsu. " Itu yang terus ditertibkan oleh Kemendikbud," kata dia.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah sekolah internasional di Indonesia saat ini sebanyak 114 sekolah. Dari jumlah itu, sebanyak 42 sekolah bertaraf internasional berada di Jakarta. Sisanya tersebar di beberapa kota lainnya, paling banyak di Bali. " Hanya ada 32 sekolah yang memiliki PAUD. Sisanya hanya SD, SMP dan SMA," tambah Erman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam