Sudah wara-wiri di ajang bergengsi dunia fashion. Pemilik label Temiko ini mengaku tidak terlalu menyukai dikenal sebagai fashion designer melainkan enterpreuner. Itulah Temi Sumarlin.
Dream - Sosok wanita mungil berwajah ceria yang satu ini sudah lama wara-wiri di dunia fashion muslimah Tanah Air. Selain kepiawaiannya di dunia fashion, pribadi Temi Sumarlin yang sederhana serta tutur katanya yang ramah mampu membuat banyak orang kepincut dengannya.
Karya dari wanita yang lahir 6 Febuari 1983 ini sudah tidak diragukan lagi. Produk Temiko miliknya sudah melipir di beberapa ajang bergengsi seperti Indonesia Fashion Week dan Jogja Fashion Week. Namun di balik kesuksesannya di dunia fashion, wanita berusia 30 tahun ini ogah dikenal sebagai fashion designer.
" Saya lebih suka dikenal sebagai enterpreuner dibandingkan fashion designer. Karena saya jurusannya pun jurnalistik, tidak seperti rekan saya Dian Pelangi yang memang jago gambar dan apik di dunia fashion," kata wanita lulusan Universitas Padjajaran, Bandung Fakultas Komunikasi Jurusan Jurnalistik.
Atas dasar latar belakang pendidikannya tersebut, kesibukan Temi tidak hanya di dunia fashion saja, melainkan dirinya kini berprofesi sebagai Director and Editor in Cheif Scarf Magazine." Majalah ini juga tidak jauh dengan kesibukan saya yang satunya. Masih sama-sama terjun di dunia fashion," kata Temi.
Tengah hamil muda tidak menghalangi Temi Sumarlin tetap tampil fashionable, saat ditemui Tim Dream di ruang kerjanya kawasan Cikini, Jakarta. Temi menggunakan long dress hitam yang dipadankan dengan colorfull top. Walaupun riasan wajahnya natural, aura cantik Temi Sumarlin semakin keluar.
Sebagai penunjang penampilan sepatu dengan tema sporty pun dipilih atas dasar kenyamanan. " Karena hamil jadi mengurangi pemakaian high heels. Lebih nyaman saja pakai sepatu sporty, dan ini dipadankan dengan longdress hitam saya ini pun masih terlihat keren," kata Temi.
Kecintaannya pada dunia fashion dimulai sejak di bangku kuliah. Tubuhnya yang mungil menjadi alasan dirinya mendesain baju sendiri. " Sebenarnya nama Temiko sudah dari 2002, waktu saya kuliah. Tubuh saya yang mungil ini kalau cari baju susah, harus ngecilin dan motong. Dari situ saya mulai mendesain sendiri," ujar Temi, Rabu 30 April 2014.
Desain baju Temi pun beralih ke fashion muslimah sejak dirinya memutuskan menggunakan hijab. " Sudah sekitar 2009 Temiko berubah Tagline menjadi brand fashion muslimah karena saya menggunakan hijab. Temiko sendiri omsetnya pernah 20-30 juta bahkan pernah sampai milyaran," tutur Temi.
Mengawali hidup sebagai wanita berhijab memang bukanlah hal yang mudah terutama dari segi pakaian. Namun menurut Temi sesuatu yang dijalankan atas dasar ikhlas karena Allah maka selalu ada jalan.
" Tidak perlu takut enggak keren atau cupu. Memang tidak mudah awalnya, semua perilaku kita harus benar-benar dijaga. Tetapi semuanya jadi mudah ketika memang sudah ada di jalan Allah. Waktu awal berhijab saya tidak punya baju untuk hijab sama sekali. Modalnya hanya jeans, kemeja, cardigan dan hijab, its simple. Be your self aja," kata wanita yang sedang mengandung bayi pertamanya ini.
Mengenai kehidupan pribadinya, Temi tidak sungkan untuk membaginya kepada pembaca Dream. Ekspresi wajah yang malu-malu muncul ketika ditanya soal keromantisannya bersama sang suami." Sebenarnya saya tipe wanita yang tidak terlalu suka diperlakukan berlebihan seperti dibukakan pintu mobil atau bunga. Saya suka yang serba sederhana, semua yang dilakukan suami saya ya romantis," kata istri dari Aan Sumarna ini.
Temi yang sedang hamil muda ini tidak terlalu suka diperlakukan berlebihan oleh sang suami. " Hamil itu kan kodrat wanita jadi bukan kondisi yang harus dikasihani. Hamil bukan orang sakit kok ya jangan terlalu berlebihan juga diperlakukannya, mungkin ada excuse tertentu karena hamil," ujar Temi.
Masalah ngidam pun, Temi mengaku tidak merasakan hal itu. " Kalau ngidam itu kan hanya sugesti sebenarnya tidak ada kaitan sama calon bayinya. Tapi karena ada excuse khusus saja untuk badan, saya sih tidak ngidam paling hanya pusing sedikit tapi tidak mengganggu aktivitas yang banyak ini," papar Temi.
Di tengah kesibukannya yang begitu padat, Temi tetap memikirkan kesehatan tubuhnya dan calon buah hati yang dikandungnya. Temi akan memilih yoga atau senam hamil sebagai olahraga rutinnya. " Kalau masih awal begini dikurangi dulu aktivitas fisiknya, karena itu saran dari dokter juga. Mungkin saat usia kandungan sudah 20 minggu baru pilih yoga atau senam hamil untuk relaksasi dan persiapan melahirkan," ujar Temi yang aktif di media sosial Twitter dan Instagram ini.
Karir dan kehidupannya yang terbilang sukses itu tidak membuat Temi lantas berpuas diri. Masih ada mimpi dan target yang ingin dicapainya. " Saya berharap menjadi wanita yang lebih baik lagi, menjadi istri dan ibu terbaik. Untuk anak saya yang penting sehat, ya semuanya masih berada dilindungan Allah. Kalau untuk dunia fashion semoga impian Indonesia menjadi kiblat fashion dunia di 2020 benar-benar tercapai," harap Temi.