Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shariaunveiled.wordpress.com)
Dream - Anak adalah titipan sekaligus amanat Allah SWT yang sangat berharga. Karena itu, setiap orangtua harus berusaha semaksimal mungkin mendidik sekaligus memberikan segala hal terbaik bagi anak-anak mereka. Agar kelak terbentuk generasi-generasi emas yang saleh dan salehah.
Cara mendidik anak yang benar menjadi kunci untuk mewujudkan harapan membentuk karakter yang saleh pada anak. Namun dalam prosesnya, orangtua kerap melakukan kebiasaan-kebiasaan yang sebenarnya justru merupakan tindakan yang salah.
Kebiasaan orangtua yang salah ini akan berpengaruh besar dalam membangun karakter anak saat sudah dewasa. Apa saja? Berikut ulasannya.
1. Diamkan anak ketika menangis
Hal pertama yang harus dilakukan dalam mendidik anak adalah mendiamkan mereka ketika menangis. Banyak orangtua yang membiarkan begitu saja ketika buah hati mereka menangis karena suatu hal. Padahal sebenarnya ketika anak menangis, sebagai orangtua jangan pernah membuang waktu untuk mendiamkannya.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan orangtua ketika anaknya menangis. Bisa dengan menunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya lalu terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis adalah menunduk. Maka cara mendiamkannya adalah dengan mengarahkannya untuk melihat ke arah atas.
2. Ingatkan anak untuk berhenti bermain
Mungkin sebagian orangtua ada yang merasa kesal ketika menyuruh anaknya berhenti bermain namun si anak tetap tidak beranjak. Jika ingin anak-anak berhenti, maka jangan pernah mengucapkan " Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!" Namun usahakanlah untuk mengatakan kepada mereka " mainnya 5 menit lagi yaaa" .
Kemudian ingatkan kembali: " Dua menit lagi yaaa" . Kemudian barulah katakan: " Ayo, waktu main sudah habis" . Dengan demikian maka akan membuat mereka bisa berhenti bermain dengan hati yang ikhlas.
Ulasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya