Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - “Walisongo mengislamkan orang. Wali celana cingkrang mengkafirkan orang Islam.” Demikian KH Hasyim Muzadi menyindir orang-orang yang mudah mengafirkan sesama Muslim. Kontan saja, orang yang mendengarkannya tertawa terbahak-bahak.
Itulah kekhasan Kiai Hasyim dalam berbicara, penuh humor, baik saat ngobrol terbatas hingga berceramah di depan ribuan orang.
Tidak ada rasanya orang NU yang tidak kebagian humor Pak Hasyim, demikian Kiai Hasyim Muzadi akrab dipanggil. Humor Pak Hasyim meluncur dengan deras, baik itu saat ngobrol dengan terbatas orang ataupun saat berceramah di depan ribuan jamaah pengajian. Kita bisa tertawa berulang meski cerita sudah pernah didengar berkali-kali.
Bahkan saat cermah Maulid Nabi Muhammad SAW di istana, humor mengalir, bikin suasana istana jadi cair. Dia berceramah mestinya membaca naskah yang ada di tangannya, tapi ternyata, ceramah dengan gaya bebas.
“Saya kadang-kadang berpikir, ini negara non-Muslim, barang yang hilang, kok ketemu semua. Sementara di negara yang mayoritas Islam, barang yang ada, hilang semua,” demikian dilontarkan Pak Hasyim di depan Presiden, wakil presiden, para menteri, para duta besar. Semua yang hadir tertawa, termasuk Presiden Jokowi dan Ibu Negara. Bahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tertawa hingga membenahi posisi duduk dan jasnya.
Di istana pula Pak Hasyim menyindir umat Islam yang memakai nama Muhammad tapi perilakunya tidak seperti Nabi Muhammad. Nabi Muhammad, kata Pak Hasyim, membuat konsensus bernama Piagam Madinah, bukan Negara Islam. Di dalamnya tertuang kesepakatan-kesepakatan hidup bersama dengan damai. Semua orang diberi ruang untuk mengembangkan kehidupannya, tanpa membedakan latar belakang agama yang berbeda.
Artikel ini merupakan penggalan tulisan yang dimuat di laman resmi Nahdlatul Ulama. Untuk lebih lengkap, silakan buka pada tautan ini.
Baca Juga: Kisah Menggetarkan Persahabatan KH Hasyim Muzadi dan Gus Dur Ucapan Bela Sungkawa Mengalir Untuk Kyai Hasyim Muzadi Innalillahi, Kyai Hasyim Muzadi Berpulang Besuk KH Hasyim Muzadi, Jokowi: Kita Doakan Kesembuhan
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?