Impian Gersena Bangun Pesantren dari Somalia Hingga Amerika

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 27 April 2017 17:15
Impian Gersena Bangun Pesantren dari Somalia Hingga Amerika
Gersena merupakan agenda tahunan yang digelar setiap tanggal 27 April.

Dream - Gerakan Sedekah Nasional (Gersena) telah memasuki tahun ketujuh. Gerakan yang dipelopori Ustaz Yusuf Mansur bersama sejumlah pengusaha sukses ini cukup diminati banyak kalangan.

" Gerakan Sedekah Nasional ini adalah gerakan yang dari awal kami sampaikan, sedekahnya tidak hanya di Daarul Quran. Boleh sedekahnya ke mana saja, berapa saja dan kapan saja," ujar Direktur Utama PPPA Daarul Quran, Anwar Sani, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Kamis, 27 April 2017.

" Tapi kalau mereka mempercayakan ke Daarul Quran, ayo kita sama-sama bangun pesantren, rumah tahfiz dan lain-lain untuk dakwah Quran," kata Anwar melanjutkan.

Gersena merupakan agenda tahunan yang digelar setiap tanggal 27 April. Anwar mengatakan gerakan ini untuk mendukung misi Daqu membangun peradaban Qurani hingga mendunia.

" Kami inngin gerakan Qur’an ini mendunia, dari Indonesia untuk dunia," kata dia.

Daarul Quran telah memiliki jaringan pendakwah di seluruh dunia. Yayasan yang dibina Yusuf Mansur ini telah membangun pesantren dan rumah tahfiz tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di sejumlah negara.

" Kami siap support pembangunan masjid di Sevilla, Spanyol. Mudah-mudahan setelah bangun masjid bisa bangun Pesantren Daarul Quran juga di sana," ucap Anwar.

Ke depan, Daarul Quran masih punya banyak misi. Salah satunya membangun pesantren di Somalia, Afrika Timur.

Negara satu ini tidak hanya dilanda krisis pangan. Untuk bisa mendapatkan Alquran dengan kualitas layak saya begitu sulit.

" Padahal, semangat mereka belajar Alquran sangat luar biasa. Sudah banyak yang bantu persediaan makanan di sana. Tugas Daarul Quran memikirkan untuk bergeraknya dakwah Quran," tutur Anwar.

Selain itu, Daarul Quran juga akan mendirikan pesantren di Texas, Amerika Serikat. Di sana, yayasan ini telah memiliki tanah wakaf. " Mudah-mudahan Allah memudahkan, gampangin kita, untuk mencapai itu semua," ujar Anwar.

Lebih lanjut, Anwar menceritakan bagaimana awal mula berdirinya Daarul Quran. Semua memang terasa sulit, namun Allah SWT memberikan bantuan yang jauh melebihi harapan.

" Dulu bayangan kami rumah tahfiz itu kami yang ngebangun, nyiapin gurunya dan nyari santrinya. Ternyata Allah malah kasih lebih dengan cara orang lain yang menyiapkan rumah, guru, santri bahkan operasionalnya. Tinggal berkoordinasi dengan Daarul Quran," kata dia.

Semuanya, ucap Anwar, karena sedekah. Bahkan, dia sendiri mengaku telah merasakan keajaiban dan kenikmatan bersedekah.

" Praktikan dulu untuk dapat keajaiban sedekah," tantang Anwar.(Sah)

Beri Komentar