Ada Penumpang Misterius, Penerbangan AirAsia Ditunda

Reporter : Eko Huda S
Senin, 14 Desember 2015 20:50
Ada Penumpang Misterius, Penerbangan AirAsia Ditunda
Lelaki itu berpindah-pindah tempat. Dan anehnya lagi, lelaki misterius itu lenyap. Tak tampak batang hidungnya lagi.

Dream - Seorang penumpang misterius membuat pesawat AirAsia AK194 menunda penerbangan dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2), Malaysia. Penumpang itu dicurigai karena berpindah-pindah tempat duduk saat pesawat hendak takeoff menuju Sandakan.

“ Saya melihat seorang lelaki duduk di kerusi 4C, kemudian dia pindah ke 2D saat penumpang 4C yang sebenarnya muncul,” kata salah seorang penumpang, Datuk Chew Kok Woh, sebagaimana dikutip Dream dari The Star, Senin 14 Desember 2015.

Gerak-gerik lelaki itu terus mencurigakan. Dia duduk di kursi kosong dan beranjak saat pemilik kursi datang. Itu terjadi beberapa kali. Penumpang itu kemudian keluar dari pesawat setelah mengambil satu bagasi di kabin.

“ Kemudian, dia berjalan ke depan pesawat, memberitahu pramugari bahawa dia telah kehilangan dompet,” tambah Chew.

Sejumlah penumpang yang curiga kemudian melaporkan penumpang itu ke pramugari. Selepas itu, satu pengumuman terdengar dari pengeras suara pesawat, meminta penumpang turun.

“ Saat itulah pemilik barang yang sebenarnya muncul, mendapati barangnya sudah hilang,” kata Chew.

Semua penumpang kemudian memeriksa barang bawaan mereka. Namun tak ada barang yang hilang, selain yang diambil pria misterius itu. Dan yang lebih aneh lagi, lelaki misterius itu lenyap. Tak tampak batang hidungnya lagi.

“ Kami seharusnya terbang pada tengah hari, namun terpaksa melalui pemeriksaan keselamatan dua kali sebelum melanjutkan penerbangan kami pada pukul 2.15 petang,” ujar Chew.

1 dari 4 halaman

Misteri 3 Pesawat Boeing Tak Bertuan di Bandara

Dream - Tiga buah pesawat misterius terparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia. Hingga kini tak diketahui siapa pemilik pesawat-pesawat berjenis Boeing 747 tersebut.

Operator KLIA sampai-sampai membuat iklan di media negeri jiran itu untuk mencari pemilik tiga pesawat Boeing 747-200F misterius tersebut.

" Jika Anda tidak mengambil pesawat dalam waktu 14 hari dari pengumuman ini, kami berhak menjual atau membuang pesawat ini," demikian bunyi iklan Otoritas KLIA, dikutip Dream dariThe Star, Rabu 9 Desember 2015.

Zainol Mohd Isa, Manajer Umum bandara Malaysia, mengatakan otoritas bandara telah menghubungi pemilik terakhir pesawat yang diketahui, sebuah maskapai asing. Namun dia menolak menyebut maskapai apa yang telah dihubungi itu.

" Saya tidak tahu mengapa mereka tidak merespons. Pasti ada banyak alasan. Kadang-kadang ini karena mereka tidak punya uang untuk melanjutkan operasi mereka," tutur Zainol.

Jika hingga tanggal 21 Desember tak ada pemilik yang datang dan membayar biaya fasilitas, maka ketiga pesawat itu akan dijua atau dihancurkan untuk menutupi sewa fasilitas.

Dalam iklan tersebut disebutkan bahwa omor registrasi pesawat-pesawat itu masing-masing adalah TF-ARM, TF-ARN, dan TF-ARH. Selain itu, tak dijelaskan atribut lain dari pesawat itu. Dua pesawat merupakan pesawat penumpang, satu lainnya merupakan pesawat kargo.

Zainol mengatakan, ini bukanlah kejadian pertama. Sebelumnya beberapa pesawat, yang ukurannya lebih kecil, juga pernah ditinggal di bandara Malaysia. Beberapa di antaranya ada yang laku terjual dan digunakan untuk sebuah restoran di pinggiran Kuala Lumpur. 

2 dari 4 halaman

Teka-teki 3 Pesawat Misterius di Kuala Lumpur Terkuak

Dream - Misteri pemilik tiga pesawat Boeing yang terparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, akhirnya terkuak. Sebuah perusahaan mengontak Malaysia Airports Holding Bhd (MAHB) dan mengaku sebagai pemilik ketiga pesawat tersebut.

Sebagaimana dikutip Dream dari laman The Star, Jumat 10 Desember 2015, Chief Executive Officer Swift Air Cargo, Kapten Blue Peterson, mengaku tiga Boeing 747 yang diiklankan pengelola KLIA adalah milik perusahaannya.

Menurut Blue Person, MAHB sebenarnya sudah tahu tentang asal muasal ketiga pesawat tersebut. Sebab, antara Swift dan MAHB telah beberapa kali melakukan pertemuan untuk membahas pesawat-pesawat itu. [Baca juga: Misteri 3 Pesawat Boeing Tak Bertuan di Bandara]

Namun, “ MAHB untuk beberapa alasan tak terduga, menolak untuk mengakui Swift sebagai pemilik pesawat, meskipun kami memiliki semua data yang mendukung, termasuk sertifikat ketiga pesawat tersebut,” kata Blue Peterson.

Dia menambahkan, penjualan pesawat pada Swift Air Cargo disaksikan oleh pengacara Syed Amir Ibrahim dari kantor pengacara Syed Ibrahim& Co. Perjanjian jual beli pesawat itu ditandatangani di Kuala Lumpur. Saat dikonfirmasi, Syed Amir mengatakan informasi jual beli ini benar.

Kapten Peterson mengklaim juga punya dokumen pemilik sebelumnya yang disahkan di Hong Kong dan mendapat stempel konsulat Malaysia. “ Semua dokumen yang mendukung, jelas menyatakan bahwa Swift adalah pemilik dari ketiga B747,” ujar Peterson.

Dia menambahkan, Swift juga sudah berulang kali mengadakan pertemuan dengan otoritas bandara Malaysia. Pertemuan pertama dilakukan pada 17 Juni silam. (Ism)

3 dari 4 halaman

Pesawat Pertama yang Mendarat di Benua Terdingin di Dunia

Dream - Suhu dingin yang ekstrem serta kondisi daratan tertutup salju membuat Antartika nyaris mustahil digunakan sebagai tempat pendaratan sebuah pesawat terbang.

Namun, perusahaan wisata Antartika Logistik dan Ekspedisi Terorganisir Penerbangan dari Loftleidir Islandia mematahkan segala ketidakmungkinan itu, dengan melakukan pendaratan pesawat perdana di Benua Antartika.

Pendaratan pertama dari maskapai penerbangan penumpang komersial di benua dingin itu terjadi minggu lalu di landasan pacu yang tertutupi es. Pesawat yang digunakan berjenis boeing 757. Dengan demikian pesawat itu resmi menjadi pesawat pertama yang mendarat di Antartika.

" Pendaratan pesawat ini membuktikan kelayakan mendarat di Antartika," ujar pihak maskapai dikutip dari Huffingtonpost, Jumat, 11 Desember 2015.

Dengan pendaratan perdana ini, kian menunjukkan bahwa benua terdingin di dunia ini layak dikunjungi, terlebih dari segi akomodasi.

" Ini membuka jalan untuk maskapai komersil untuk bisa membawa penumpang mendarat di Antartika. Ini bisa mengubah image 'menakutkan' benua selatan ini," jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini sebagian besar orang yang berkunjung ke Antartika datang menggunakan kapal laut.

Dengan mendaratnya maskapai komersil, diharapkan dapat memicu peningkatan jumlah kunjungan turis ke Antartika. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Kebiasaan Buruk Turis Ini Membuat Jijik Penumpang Pesawat

Dream - Kebiasaan buruk turis asal Tiongkok saat berada di tempat umum memang telah dikenal secara luas.

Seperti baru-baru ini seorang penumpang pesawat asal Tiongkok yang terbang bersama Air Asia dari Bangkok menuju Xi'an.

Penumpang wanita itu mengangkat kakinya yang telanjang dan menaruhnya pada sandaran tangan penumpang di depannya.

Dalam usahanya untuk bersantai di kursi kelas ekonomi, wanita ini melepas kaus kaki dan sepatu sehingga membuat jijik penumpang lainnya.

Aksi tersebut berlanjut dengan menaruh kakinya yang telanjang ke sandaran tangan penumpang di depannya. Seorang pramugari yang mendapat keluhan tentang aksi wanita itu hanya bisa meminta maaf kepada penumpang bersangkutan.

Dia menjelaskan bahwa tidak ada yang bisa dia lakukan. Pramugari Air Asia ini rupanya takut terlibat dalam perselisihan dengan penumpang asal Tiongkok.

Masalahnya, pada tahun lalu seorang wisatawan Tiongkok menuangkan mie instan panas kepada pramugari selama penerbangan dari Bangkok ke Nanjing.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak