Presiden China Xi Jinping (Foto: Shutterstock)
Dream - Presiden China, Xi Jinping, mengunjungi pusat wabah virus Corona, Covid-19, di Wuhan, Provinsi Hubei. Kunjungan Xi Jinping ini terbilang mengejutkan karena belum pernah terjadi pasca ditutupnya akses Hubei pada akhir Januari 2020.
Dilaporkan The Strait Times, Xi Jinping tiba dengan pesawat di ibukota Hubei untuk sidak pekerjaan pencegahan dan pengendalian epidemi di wilayah tersebut.
Rencananya, Xi Jinping akan bertemu dengan pekerja medis di garis depan, pejabat militer, relawan, polisi, pasien, dan penduduk.
Virus yang kini menyebar ke sejumlah negara itu diyakini bermula dari apsar tradisional di Wuhan yang menjual hewan liar. Kasus perdana diketahui pada Desember 2019 hingga akhirnya menjadi epidemi nasional dan global.
Lebih dari 4.000 orang telah meninggal dan lebih dari 110.000 telah terinfeksi di seluruh dunia. Sebagian besar korban meninggal ada di China. Saat ini, infeksi harian tumbuh cepat di luar China.
China melaporkan hanya 19 kasus baru pada hari Selasa, 10 Maret 2020. Jumlah itu merupakan angka terendah sejak data mulai dikumpulkan pada 21 Januari 2020.
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto mengatakan, dua dari 13 kasus positif corona merupakan warga negara asing. Kedua tertular Covid-19 saat berada di klaster klub dansa saat kasus 01 pertama kali terkuak.
" Pasien kasus 10, laki-laki 29 tahun WNA. (Pasien) nampak dalam kondisi sakit ringan sedang," kata Achmad, Senin, 9 Maret 2020.
Dari penelusurun tim diketahui pasien kasus 10 merupakan penelusuran dari kasus 01. Artinya, WNA tersebut berasal dari klaster klub dansa dan pernah berkontak langsung dengan pasien kasus 01.
Selain kasus 10, satu orang WNA diidentifikasi sebagai kasus 11. Dia merupakan WNA berusia 54 tahun.
Sama seperti kasus 10, pasien kasus 11 berinteraksi dengan pasien kasus 01 di klub dansa.
" Pasien kasus 11, WNA, perempuan, 54 tahun, kondisi tampak sakit ringan sedang, ini bagian dari tracing kontak kasus 01," kata dia.
Meski begitu, Achmad enggan mengunggap identitas negara asal dua WNA tersebut. Saat ini, dua WNA itu diisolasi di sebuah rumah sakit di Jakarta.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Dream - Juru bicara pemerintah untuk penanganan wabah virus corona, Achmad Yurianto menyebut pasien positif virus corona baru berjumlah 13 orang. Dengan jumlah ini total sudah ada 19 orang pasien virus corona di Indonesia.
" Jumlah kasus yang terkonfirmasi positif 19 orang," kata Achmad, Senin, 9 Maret 2020.
Yuri menambahkan, ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan dengan CPR dikonfirmasi dengan sequencing. " Ada positif lagi," ujar dia.
Meski demikian, dia tak merinci di mana para pasien itu menjalani perawatan. " Ada yang di Jakarta, dan ada yang di luar Jakarta," kata dia.
Berikut rincian tambahan korban baru positif corona:
1. Kasus 07 perempuan, 59 tahun. Kondisinya nampak sakit ringan sedang stabil. Ini adalah kasus imported case.
2. Pasien 08 laki-laki, 56 tahun, pasien ini tertular oleh 07.
3. Kasus 09. Perempuan, 55 tahun, kondisi sakit ringan sedang tanpa ada sakit penyulit sebelumnya. Pasien ini imported case.
4. Pasien 10. Laki-laki, 29 tahun, WNA nampak kondisi sakit ringan sedang. Ini bagian dari tracing kita atas kasus 01.
5. Identifikasi pasien nomor 11. WNA, perempuan 54 tahun, kondisi sakit tingan sedang tracing kontak kasus 01.
6. Kasus identifikasi 12. Laki-laki (31) sakit ringan sedang, juga hasil tracing kasus 01.
7. Pasien nomor 13. Perempuan, 16 tahun ini juga tracing dari subklaster pasien nomor 03.
8. Pasien nomor 14. Laki-laki 50 tahun gambaran sakit ringan-sedang, imported case.
9. Pasien nomor 15. Perempuan 43 tahun ini juga imported case.
10. Pasien nomor 16. Perempuan 17 tahun ini terkait dengan pasien nomor 15.
11. Pasien dengan nomor 17. Laki-laki, 56 tahun, imported kasus.
12. Pasien nmr 18. Laki-laki, 55 tahun, imported case.
13. Pasien nomor 19. Laki-laki, 40 tahun, imported case.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham
Dream - Seorang warga negera Indonesia di Victoria, Australia, positif terjangkit virus corona, Covid-19. Kabar itu disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto.
Menurut Achmad, pasien tersebut terjangkit virus usai mengunjungi banyak tempat. Salah satunya adalah sebuah rumah makan Vietnam.
" Muncul keluhan, otoritas kesehatan dinyatakan positif, sekarang kondisinya stabil dan sedang dirawat oleh fasilitas kesehatan yang ditunjuk oleh otoritas kesehatan Australia," kata Achmad, Senin, 9 Maret 2020.
Achmad mengatakan, kondisi WNI di Australia tersebut sedang dipantau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Achmad meyakini, WNI tersebut tidak melakukan interaksi di Indonesia.
" Keberadaannya saat ini dipantau oleh KBRI. Jadi kita yakini bahwa sebenarnya kontanya tidak di Indonesia," kata dia.
(Sah, Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin)
Dream - Seorang pria Indonesia berusia 64 tahun dinyatakan positif terinfeksi virus Corona, Covid-19, di Singapura. Pria tersebut masuk ke Negeri Singa pada 7 Maret 2020 dan dinyatakan sebagai kasus ke-147.
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyebut, WNI tersebut dikonfirmasi positif Covid-19 pada 8 Maret 2020. Saat ini, WNI tersebut menjalani perawatan di National Centre for Infectious Diseases (NCID) Singapura.
Menurut keterangan Kemenlu, dengan kasus itu berarti sudah ada tiga WNI yang dikonfirmasi positif Covid-19 di Singapura. Pertama kasus ke-21 (sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit pada 18 Februari 2020).
Ke dua, kasus ke-133 yang diumumkan pada 7 Maret 2020. Terakhir pria 64 tahun yang dinyatakan positif pada 8 Maret 2020 tersebut.
Sejauh ini belum diketahui proses infeksi Covid-19 pada kasus ke-147 dengan pasien berusia 64 tahun tersebut. Kementerian Kesehatan Singapura menyebut, kasus ini sebagai imported case atau kasus dari luar wilayah itu.
" Artinya WNI tersebut diduga kuat sudah terjangkit Covid-19 sebelum melakukan kunjungan ke Singapura," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri.
KBRI Singapura akan memantau secara dekat dan berkoordinasi dengan pihak-pihak berwenang terkait penanganan WNI tersebut.
Saat ini, akses ke Singapura telah ditetapkan dalam status Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON) Orange. Sehingga, kewaspadaan yang tinggi masih tetap diperlukan, khususnya apabila menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan berkunjung ke tempat umum.
Kementerian Luar Negeri berharap seluruh WNI mengikuti aturan dan imbauan dari Pemerintah Singapura dalam penanganan penyebaran Covid-19, seperti menjaga kesehatan dan kebersihan pribadi, secara periodik mencuci tangan setelah beraktivitas di ruang publik, menghindari tempat-tempat dan acara yang melibatkan keramaian atau kerumuman, dan segera ke dokter bila mengalami simtomatik.