Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Proses Pencangkokan Telinga Implan (shanghaiist.com)
Dream - Masih ingat dengan telingan yang tumbuh di tangan? Beberapa bulan lalu, pakar rekonstruksi tubuh di China, dr Guo Shuzong membuat heboh dunia. Dia berambisi memberikan telinga baru seorang pasien korban kecelakaan.
Caranya, Guo menumbuhkan telinga baru menggunakan kulit tangan si pasien dengan metode transplantasi. Dalam beberapa bulan, jaringan kulit itu tumbuh hingga membentuk daun telinga.
Dan kini, Guo berhasil menyelesaikan ambisinya. Telinga yang dia tanam telah terpasang di kepala si pasien.
Operasi pemasangan telinga itu berlangsung selama tujuh jam di sebuah rumah sakit pertama yang berafiliasi dengan Universitas Xi'an Jiaotong. Operasi itu dipimpin langsung oleh Guo pada Rabu kemarin.
Si pasien, diketahui bernama Ji, datang ke rumah sakit tahun lalu. Dia kehilangan daun telinga kanannya akibat kecelakaan lalu lintas.
Tidak mungkin menumbuhkan kembali telinga di kepala pasien karena bekas luka, Guo memakai cara lain. Dia mengambil tulang rawan di bagian rusuk pasien, mencetaknya dengan teknik 3D printing, lalu menanamnya di lengan kanan Ji.
Guo mengatakan operasi sebenarnya sempat menghadapi kendala karena sulitnya menemukan tempat yang tepat untuk mengimplan telinga yang memungkinkan adanya aliran darah.
Setelah operasi, Guo mendapati darah mengalir ke seluruh telinga, menandakan operasi berjalan sukses.
Untuk sementara, pasien akan tinggal di rumah sakit selama dua pekan lebih untuk kebutuhan observasi sebelum diizinkan pulang ke rumah.
(Sah/Sumber: shanghaiist.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya