Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rumah Tua Di San Fransisco Dijual Sangat Murah. (Foto: Oddity Central)
Dream – Semua orang tahu, harga rumah saat ini sangat mahal. Apalagi jika properti itu terletak di lokasi strategis dan bergengsi. Sudah pasti harganya selangit, bahkan terkadang sampai tak masuk akal.
Salah satunya di San Fransisco, Amerika Serikat. Di sana, sebagaimana dilansir oleh Oddity Central, Minggu 2 April 2017, harga rumah sudah tidak ada yang berada di kisaran ratusan juta rupiah, tetapi sudah menembus angka miliara rupiah.
Menurut pakar properti di Zillow, rata-rata harga rumah di San Fransisco sebesar US$1,15 juta atau sekitar Rp15,32 miliar. Rata-rata harga sewa perbulan saja sebesar US$4 ribu atau Rp53 juta.
Mahal, bukan?
Tapi, ada sebuah rumah di San Fransisco yang dijual dengan harga cukup miring, hanya US$499 ribu atau sekitar Rp6,65 miliar. Rumah tersebut dibangun pada tahun 1916 dan terletak di Jalan Maryland 167.
Jika dibanding rata-rata harga rumah di sana, banderol ini termasuk sangat murah. Meski murah meriah, tidak ada orang yang mau tinggal di rumah yang memiliki tiga kamar tidur itu.
Mengapa?
Sebenarnya, bila dilihat dari luar, rumah itu tampak baik-baik saja. Namun ketika melihat ruangan-ruangannya, orang-orang akan mengelus dada.
Hampir sebagian besar rumah itu rusak parah dan tidak terawat. Atap rumah banyak yang bolong. Dinding pun mengelupas di sana-sini.

Ruangan kamar mandi di rumah itu tidak elok dipandang mata. Tidak ada daun jendela dan hanya ditutupi oleh kain. Sama dengan bagian lain, tembok di sini juga mengelupas.

Ruangan kamar tidur tidak kalah parah. Pelapis dinding kamar banyak yang mengelupas dan memperlihatkan rangka kayu bangunan. Ranjangnya pun berdebu.

Rumah di San Fransisco ini terkesan seperti rumah yang tidak dihuni selama bertahun-tahun. (eko)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya