Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Jaket Sang Kakek Rela Dimuntahi Sang Cucu Yang Sedang Demam (sumber: Shangaiist.com)
Dream - Baru-baru ini seorang kakek menghebohkan jagad maya. Aksi yang dia lakukan sederhana, namun menuai pujian dari pengguna sosial media di Tiongkok.
Kakek itu merelakan jaketnya dimuntahi cucunya demi menghindarkan rasa tidak nyaman penumpang kereta komuter. Kejadian itu bermula ketika pasangan kakek dan nenek itu mengajak cucunya menumpang kereta komuter Metro Shanghai, Tiongkok.
Menurut media setempat, The Paper, para penumpang sempat melihat kakek itu menempelkan peredar panas di jidat sang cucu. Tetapi, pereda panas itu tampaknya tidak bekerja maksimal.
Gadis yang menderita demam itu terlihat pucat. Dia beberapa kali ingin muntah.
Melihat cucunya yang hendak muntah, sang kakek melepaskan jaket yang dia kenakan. Dia menaruh jaket itu di depan sang cucu dengan maksud menutupi peristiwa muntah dan menghindari muntahan sang cucu tercecer di lantai.
Tindakan sang kakek ini menuai kekaguman dari banyak netizen. Sebab, keputusan sang kakek menutupi muntahan cucunya menghindarkan rasa mual bagi penumpang komuter lainnya.
" Dalam lingkungan tertutup seperti kereta, akan sulit untuk mencari petugas kebersihan dan membersihkannya. Saya beberapa kali melihat orang muntah dan minuman tumpah di lantai kereta. Tidak seorang pun mau melintas dan membersihkannya. Upaya kakek ini meminimalkan ketidaknyamanan bagi orang lain harus kita tiru," kata salah satu netizen kepada shangaiist.com
Tetapi, beberapa orang pengguna media sosial menyarankan agar orang tua yang sedang mengajak anak atau cucunya berjalan-jalan membekali diri dengan kantong plastik. Kantong plastik akan mencegah kejadian seperti itu tidak terjadi.
" Anak-anak sering sakit ketika berpergian. Dengan membawa kantong plastik itu akan baik," ucap netizen itu.
Pihak kereta komuter Metro Shanghai pun ikut mengomentari peristiwa ini. Menurut mereka, jika ada penumpang yang sakit dapat menghubungi staf kereta komuter Metro Shanghai.
" Kalau Anda merasa tidak nyaman atau sakit, silakan menghubungi staf kereta komuter Metro Shanghai dan meminta bantuan kepadanya. Kami juga menyarankan penumpang untuk memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan," kata pihak pengelola kereta komuter Metro Shanghai.
Sumber: Shangaiist
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya