Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Ilustrasi Penjara (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dua narapidana melakukan aksi nekat dengan menyandera dua penjaga penjara selama sembilan jam. Aksi mereka terbilang konyol karena hanya meminta tebusan sepele yaitu pizza.
Peristiwa ini terjadi pada Rabu di penjara Hallby yang terkenal dengan dengan keamanan tingkat tingginya. Penjara ini berlokasi di dekat Eskilstuna, 70 mil barat Stockholm, Swedia.
Dua pelaku terindentifikasi sebagai Haned Mahamed Abdullahi, 24 tahun, dan Isak Dewit, 30 tahun. Keduanya merupakan terpidana kasus pembunuhan.
Drama penyanderaan itu berlangsung pada pukul 12.30 waktu setempat. Dua narapidana tersebut berusaha masuk ke ruang penjaga.
Mereka kemudian mengancam dua penjaga dengan pisau cukur. Kemudian mereka mengunci pintu ruang jaga.
Penjara dikunci dan unit pasukan khusus digerakkan ke lokasi. Ambulans, truk pemadam kebakaran, dan helikopter polisi bersiaga di luar penjara.
Seorang mediator dikirim masuk. Menurut laporan media setempat, Aftonbladet, awalnya dua narapidana tersebut meminta disediakan helikopter.
Namun kemudian, mereka berubah pikiran dan meminta disediakan 20 pizza untuk keduanya dan narapidana lain. Pizza diantarkan jam 16.30 waktu setempat dan pada pukul 21.30, mereka baru melepaskan dua penjaga tersebut.
" Ya, pizza sudah dikirim," ujar Juru Bicara Penjara, Stina Lyles.
Lyles mengatakan para penjaga tidak ada yang terluka. Keduanya bisa kembali ke keluarganya dengan selamat.
Dua narapidana tersebut dibawa ke kantor polisi. Mereka diinterogasi terkait aksi penyanderaan tersebut, dikutip dari Business Insider.
Dream - Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda XXXIX-B RDB MONUSCO yang bertugas di Kongo terlibat dalam operasi pembebasan warga Amerika Serikat, yang disandera kelompok kriminal bersenjata. Peristiwa itu berlangsung pekan lalu.
Dikuti dari Instagram @puspentni, Komandan Satgas TNI Kontingan Garuda XXXIX-B RDB MONUSCO, Kolonel Inf. Daniel Lumban Raja, mengatakan upaya pembebasan berawal adanya informasi dari Chief dan MSF team kepada Komandan Static Combat Deployment (SC) Lulimba, Mayor Inf. Yoni.
Informasi itu menyatakan akan ada negosiasi dengan kelompok bandit yang menculik warga negara AS atas nama Sarah. Warga AS yang telah disekap selama 16 hari di markas kelompok bersenjata yang berlokasi di perkampungan Ake.
Mendapat informasi itu, Komandan SCD Lulimba bersama Chief Village, Regiment Commander FARDC, Commander Local Police serta Team MSF di Kampung Lulimba segera menggelar briefing.
Pembicaraan membahas langkah antisipasi segala risiko yang kemungkinan bisa terjadi selama proses negosiasi.
Daniel mengatakan negosiasi kemudian dijalankan dengan tiga perwakilan kelompok bandit. Mereka bersenjatakan senapan serbu AK-47.
Negosiasi tersebut akhirnya menemukan titik terang. Para bandit bersedia membebaskan sandera.
Sandera dibebaskan dalam keadaan stabil. Selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Chief dan MSF Team. Juga ucapan terima kasih karena Satgas TNI Konga telah bekerja keras membantu pembebasan sandera.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya