Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Mary Jane Fiesta Veloso (dailymail.co.uk)
Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengambil ketputusan menunda eksekusi mati terhadap terpidana kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso. Ini lantaran Jokowi menunggu proses hukum terhadap Mary yang saat ini berjalan di Pengadilan Filipina.
"Keputusan menunda hukuman mati Mary Jane Veloso diambil setelah Presiden mendapatkan laporan mengenai proses hukum yang sedang berjalan di Filipina. Sehingga harus dipastikan Mary Jane Veloso mendapatkan keadilan," ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno seperti dikutip dalam laman setkab.go.id, Rabu, 29 April 2015.
Di samping itu, terdapat alasan lain yang juga menjadi pertimbangan pengambilan keputusan tersebut. Menurut Pratikno, ini lantaran Mary dianggap bukan sebagai aktor yang terlibat langsung dalam kasus penyelundupan narkoba, namun hanya sebagai korban.
Tidak hanya itu, Presiden Filipino Benigno Aquino III bahkan sampai menemui langsung Jokowi untuk meminta penundaan eksekusi terhadap salah satu warganya. Di hadapan Jokowi, Benigno mengatakan aktor utama dalam kasus tersebut sudah menyerahkan diri ke kepolisian Filipina.
Lebih lanjut, Pratikno mengatakan Jokowi juga memperhatikan suara-suara dari kalangan aktivis kemanusiaan terkait kasus ini. Menurut dia, Jokowi menganggap para aktivis sebagai pengawalnya dalam menjalankan kerja-kerja konstitusi.
"Dalam kasus-kasus kemanusiaan, Presiden meminta agar para aktivis tidak lelah memberi masukan pada Presiden dalam mengambil keputusan," ungkapnya.
Mary merupakan salah satu dari sembilan terpidana kasus narkoba yang mendapat hukuman mati. Delapan terpidana mati lainnya adalah Andrew Chan asal Australia, Myuran Sukumaran asal Australia, Raheem Agbaje Salami asal Nigeria, Zainal Abidin asal Indonesia, Rodrigo Gularte asal Brazil, Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa asal Nigeria, Martin Anderson alias Belo asal Ghana, dan Okwudili Oyatanze asal Nigeria.
Eksekusi dijalankan dini hari tadi pukul 00.25 WIB di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Sebelum eksekusi, para terpidana ditempatkan di ruang isolasi.
Tetapi, beberapa saat menjelang eksekusi bagi Mary, Jokowi segera memerintahkan petugas untuk melakukan penundaan. Sementara eksekusi terhadap terpidana lainnya tetap berjalan. (Ism)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia