6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Lu Xincai Bersama Ibunya (shanghaiist.com)
Dream - Seorang pria asal Zhejiang, Tiongkok, Lu Xincai mampu menarik empati para netizen. Ini lantaran Lu selalu membawa ibunya berusia 84 tahun yang menderita Alzheimer bekerja supaya ia bisa terus merawatnya.
Dikutip dari shanghaiist.com, Rabu, 29 April 2015, Lu setiap hari membawa ibunya ke tempatnya bekerja, sebagai petugas keamanan, menggunakan sepeda motor. Perusahaan tempatnya bekerja pun memberikan fasilitas ruangan kecil di dekat pos jaga Lu, sehingga ia bisa mengawasi ibunya.
Kisah ini berawal saat ayah Lu meninggal setahun lalu. Lu sama sekali tidak memiliki orang dekat yang bisa diandalkan untuk merawat ibunya lantaran istrinya bekerja di luar kota.
Hal itu membuat Lu tidak bisa meninggalkan ibunya. Ia kemudian membonceng sang ibu menempuh jarak empat kilometer setiap hari dari rumah ke tempat kerjanya.
Agar ibunya tidak terjatuh saat berboncengan, Lu mengikat pinggang ibunya dengan tali. Agar sang ibu tidak ketakutan, Lu mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rendah sambil terus mengobrol dengan ibunya.
Sesampai di lokasi kerja, Lu menempatkan ibunya pada ruangan yang telah tersedia. Sesudah itu, ia dapat bekerja dengan tenang. Ia selalu memantau keadaan dan berbincang dengan ibunya setiap satu jam sekali.
" Hanya dengan melihat ibu, saya merasa tenang. Kalau tidak, saya takut jika ibu sampai berjalan jauh," katanya.
Lu berharap waktu berjalan dengan lambat sehingga ia bisa lebih lama menghabiskan waktu bersama ibunya. Luar biasa.. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
