Lu Xincai Bersama Ibunya (shanghaiist.com)
Dream - Seorang pria asal Zhejiang, Tiongkok, Lu Xincai mampu menarik empati para netizen. Ini lantaran Lu selalu membawa ibunya berusia 84 tahun yang menderita Alzheimer bekerja supaya ia bisa terus merawatnya.
Dikutip dari shanghaiist.com, Rabu, 29 April 2015, Lu setiap hari membawa ibunya ke tempatnya bekerja, sebagai petugas keamanan, menggunakan sepeda motor. Perusahaan tempatnya bekerja pun memberikan fasilitas ruangan kecil di dekat pos jaga Lu, sehingga ia bisa mengawasi ibunya.
Kisah ini berawal saat ayah Lu meninggal setahun lalu. Lu sama sekali tidak memiliki orang dekat yang bisa diandalkan untuk merawat ibunya lantaran istrinya bekerja di luar kota.
Hal itu membuat Lu tidak bisa meninggalkan ibunya. Ia kemudian membonceng sang ibu menempuh jarak empat kilometer setiap hari dari rumah ke tempat kerjanya.
Agar ibunya tidak terjatuh saat berboncengan, Lu mengikat pinggang ibunya dengan tali. Agar sang ibu tidak ketakutan, Lu mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rendah sambil terus mengobrol dengan ibunya.
Sesampai di lokasi kerja, Lu menempatkan ibunya pada ruangan yang telah tersedia. Sesudah itu, ia dapat bekerja dengan tenang. Ia selalu memantau keadaan dan berbincang dengan ibunya setiap satu jam sekali.
" Hanya dengan melihat ibu, saya merasa tenang. Kalau tidak, saya takut jika ibu sampai berjalan jauh," katanya.
Lu berharap waktu berjalan dengan lambat sehingga ia bisa lebih lama menghabiskan waktu bersama ibunya. Luar biasa.. (Ism)
Advertisement

Suhu yang Terus Meningkat Ternyata Memperlambat Perkembangan Anak Usia Dini

Gujarat, Jejak Jalur Dagang yang Ikut Membentuk Islam di Nusantara

Sering Nyeri Sendi Saat Menua? Terlalu Jarang Bergerak Bisa Memperburuk Kondisinya

Serunya Mampir ke Booth AXIS di Cherrypop Festival 2026, Ada Photo Booth AI hingga Charging Station

3 Kebiasaan yang Dilakukan Spesialis Tulang Belakang untuk Menjaga Postur Tubuh

BCA Kumpulkan Desa dan UMKM Binaan dalam Desa Bakti BCA Community Forum 2026

BNI Rangkul 3 Komunitas Beda Fokus, dari Bisnis sampai Gowes Bareng