5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Peluncuran Buku Cergam Sorong Selatan (Dream/Amrikh Palupi)
Dream - Cerita rakyat menjadi salah satu instrumen penting dalam proses transformasi nilai melalui pendidikan. Sayangnya, beragam cerita rakyat ternyata masih belum terdokumentasikan dalam bentuk buku.
Alhasil, sebagian generasi muda ada yang sampai tidak mengetahui cerita rakyat yang ada di lingkungannya. Ditambah keterbatasan fasilitas pendidikan semakin mempersulit proses transformasi nilai dalam kebudayaan.
Potret semacam ini terjadi di Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat. Hal ini mendorong para praktisi pendidikan mendokumentasikan cerita rakyat Sorong Selatan ke dalam buku cerita bergambar (cergam).
Koordinator Proyek Buku Cergam Rakyat Sorong Selatan Luciaba berharap buku ini dapat menjadi alat bantu ajar dalam kurikulum muatan lokal di Sorong Selatan. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan minat baca sejak dini di kalangan pelajar Sorong Selatan.
" Kami berharap buku cerita rakyat yang kami persembahkan kepada pendidikan di tanah Indonesia timur khususnya Sorong Selatan dapat menjadi secercah harapan untuk membangun literasi siswa SD Papua Barat, " ujar Luciaba dalam peluncuran buku cergam Sorong Selatan di Jakarta, Selasa, 28 April 2015.
Buku cerita tersebut disusun berdasarkan informasi lisan yang dikumpulkan dari para tetua kampung atau kepala adat. Informasi tersebut dikembangkan dalam bentuk cergam dan komik agar dapat membantu pelajar tingkat dasar belajar membaca.
" Buku ini muncul karena bentuk keprihatinan ketika peserta didik di Sorong Selatan belum mempunyai buku yang layak untuk memahami khasanah budaya setempat. Secara khusus tim dosen merancang proyek melalui mata kuliah pembelajaran Sastra di SD," kata Pengamat Pendidikan Lanny W Pandjaitan.
Peluncuran buku cergam ini dihadiri Menteri Pendidikan Dasar, Menengah, dan Kebudayaan Anies Baswedan. Selain itu, Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw juga turut hadir dalam acara ini. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?