Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Laporan Peneliti Amnesty International Laura Haigh Melalui Videokonferensi (Dream.co.id/Ilman Nafi'an)
Dream - Tim Amnesty International menemukan beberapa bukti upaya pembakaran rumah-rumah milik etnis Rohingya, di beberapa desa oleh tentara Myanmar.
Peneliti Amnesty International untuk Myanmar, Laura Haigh, mengklaim pernyataan itu disertai banyak bukti.
Bukti-bukti yang dimaksud yakni adanya data deteksi kebakaran, citra satelit foto, dan video dari tempat kejadian perkara. Selain itu, lanjutnya, ada wawancara dengan puluhan saksi mata di Myanmar dan orang yang berada di perbatasan Bangladesh.
" Serangan ini jelas secara sistematis dan sengaja ditujukan untuk mengeluarkan orang-orang Rohingya dari wilayah tersebut," kata Laura melalui videoconference di Kantor Amnesty International untuk Indonesia, Jakarta, Jumat, 15 September 2017.
Dalam penelusuran tim Amnesty International, setidaknya ada delapan puluh titik api di wilayah Negara Bagian Rakhine yang dibakar oleh tentara Myanmar. " Setidaknya luasnya 3.300 kilometer persegi," ucap dia.
Laura mengatakan serangan itu telah terjadi sejak 25 Agustus 2017. Serangan itu, kata Laura, semakin memperburuk kondisi warga etnis Rohingya.
Meski demikian, tim peneliti Amnesty International belum dapat menyusun tingkat kerusakan yang dihasilkan akibat pembakaran itu.
Operasi pembakaran yang dilakukan tentara Myanmar itu diduga sebagai bentuk balasan atas serangan terhadap pos polisi oleh kelompok bersenjata Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya