Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khomaeni (Foto: Tehran Times)
Dream - Kecaman yang ditujukan kepada pemerintah Myanmar terus berlangsung. Kali ini, kecaman datang dari pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khomaeni.
Khomaeni menyebut pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi sebagai sosok perempuan 'kejam'. Peristiwa yang menimpa etnis Rohingya Khomaeni sebut sebagai petanda kematian hadiah Nobel Perdamaian, seperti dilaporkan Tehran Times.
Disebutkan, Khomaeni meminta negara-negara Muslim memberi tekanan politik, ekonomi, dan perdagangan terhadap Myanmar. Dia juga meminta agar persoalan etnis Rohingya dapat dibawa ke dunia internasional.
Dia mengkritik Sekretaris Jenderal PBB yang 'menghukum secara verbal' Myanmar. Sikap para pendukung hak asazi manusia yang tetap diam juga menjadi kritiknya.
Bencana di Myanmar kata Khomaeni bukanlah konflik sektarian antara Muslim dengan Buddha. Dia menggambarkan krisis kemanusiaan dan politik itu telah banyak beralih menjadi isu 'kepercayaan religius agama'.
Khomenei akhirnya menekankan Organisasi Kerjasama Islam harus menggelar sebuah konferensi mengenai kasus Rohingya, Myanmar.
" Dunia sekarang adalah dunia tirani," kata Khomaeni.
Dia menambahkan, negara Islam akan dihormati jika berani melawan dan mengkpresikan pendiriannya 'secara eksplisit dan berani'. (ism)
Advertisement

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha