Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ibu Negara Turki Emine Erdogan Mengunjungi Pengungsi Rohingya (bdnews24.com)
Dream - Penderitaan etnis Rohingya mengetuk hati masyarakat dunia, termasuk Ibu Negara Turki Emine Erdogan. Istri dari Recep Tayyip Erdodan itu sempat bertemu pengungsi Rohingya di kamp pengungsian di Bangladesh.
Emine mengatakan negaranya akan mengangkat isu Muslim Rohingya di pertemuan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations General Assembly/UNGA).
Ibu negara Turki itu diketahui mengunjungi distrik pesisir Cox's Bazar beberapa jam setelah tiba di Dhaka. Di daerah ini terdapat beberapa kamp pengungsian etnis Rohingya.
Emine menggelar kunjungan di tengah desakan global yang menuntut segera diakhirinya kekerasan terhadap etnis Muslim Rohingya. Usai berkunjung ke kamp di Kutupalong, Emine menjamin negaranya akan selalu berada di samping pengungsi Rohingya.
Dia menambahkan suaminya akan membawa masalah Muslim Rohingya di UNGA untuk mencari solusi secepatnya.
© Dream
Emine mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Bangladesh karena telah memberi perlindungan kepada Muslim Rohingya.
Saat kunjungan itu, Emine menangis ketika memeluk seorang anak Rohingya. Dia benar-benar bersedih melihat kesengsaraan yang dialami para pengungsi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, yang mendampingi Emine, mengatakan pihaknya mendesak masyarakat internasional untuk menekan Myanmar agar menyelesaikan masalah Muslim Rohingya.
Menteri Luar Negeri Bangladesh AH Mahmood Ali dan Menteri Urusan Luar Negeri Md Shahriar Alam turut mendampingi Emine.
© Dream
Kunjungan tersebut dilakukan menyusul pertumpahan darah terakhir di Negara Bagian Rakhine yang mengakibatkan migrasi besar-besar etnis Rohingya ke Bangladesh. Sebanyak 164.000 jiwa berpindah sejak eksodus mulai terjadi dua pekan lalu, menurut data PBB.
Bahkan World Food Program (WFP) memperkirakan jumlah total bisa mencapai 300.000 orang. Kekerasan yang dialami etnis Rohingya telah memantik kemarahan dan kecaman internasional.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menulis surat resmi kepada Presiden Dewan Keamanan untuk mengungkapkan keprihatinannya. Dia juga menghargai Bangladesh karena mengizinkan pengungsi Rohingya masuk ke wilayahnya.
Presiden Erdogan menelepon rekannya Presiden Bangladesh Md Abdul Hamid pada pekan lalu. Dia mendukung tindakan yang diambil oleh Bangladesh mengenai masalah pengungsi Rohingya minggu lalu.
Erdogan menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang sedang berlangsung di Negara Bagian Rakhine, Myanmar.
(Sah/Sumber: bdnews24.com)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya