Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Perbuatan jahat tidak lepas dari jiwa manusia yang cemburu dengan saudara sendiri. Sampai tega melakukan perbuatan syirik tanpa memikirkan hukum agama.
Ini adalah kisah menyedihkan tentang putri seorang ibu di Malaysia yang menjadi korban kedengkian saudaranya sendiri.
Saudara dari ibu bernama Cik Som itu mengirim jin untuk mengganggu putrinya yang masih berusia 14 tahun.
Menurut cerita Cik Som, jin berbentuk orang utan jantan itu akan meniduri putrinya 4-5 kali sehari tanpa sadar.
Kisah ini diceritakan kembali oleh Eyah Nordin setelah pulang dari mengantarkan ibunya berobat.
Kata Nordin, Cik Som punya 4 anak yang terdiri dari 3 laki-laki dan 1 perempuan. Namun anak perempuannya yang berusia 14 tahun itu meninggal.
Anak perempuan Cik Som itu meninggal karena dikawini jin hasil kiriman saudaranya yang merasa iri dan dengki.
Kata Cik Som, putrinya itu awalnya sakit tidak sembuh-sembuh selama berminggu-minggu.
Menurut ingatan Cik Som, anaknya itu mulai sakit-sakitan setelah menolong seorang teman yang kesurupan di sekolahnya.
Setelah seminggu, putri Cik Som sakit dan selalu berteriak-teriak sambil menangis setiap malam.
Saat Cik Som bertanya bagian mana yang sakit, putrinya akan menunjuk area sekitar organ intim.
Ketika diperiksa, organ intim putrinya terlihat seperti orang setelah melahirkan, bengkak dan berdarah.
Cik Som membawa anaknya berobat ke banyak tempat. Tidak itu saja, Cik Som minta doa kesembuhan putrinya kepada setiap orang yang ditemuinya.
© Dream
Dream - Cik Som bilang dia sudah bawa anaknya berobat ke banyak tempat, tapi tetap tidak menemukan kesembuhan.
Tapi Allah Maha Penyayang dan Maha Mendengar. Doa Cik Som terjawab ketika salah satu putranya menikah dengan orang Serawak.
Cik Som berkunjung ke rumah putranya di Serawak bersama putrinya yang sedang sakit itu.
Seperti biasa, saat malam tiba, putrinya berteriak-teriak kesakitan dan kemudian menangis.
Kebetulan di dekat rumah putranya ada seorang ustaz dari Kelantan. Ustaz itu bertanya tentang kondisi putri Cik Som.
Setelah diberitahu, ustaz itu memperkenalkan keluarga Cik Som kepada temannya di Kelantan.
Teman ustaz itu mengambil sebutir telur dan memecahkannya di atas piring putih. Setelah itu putih telur berubah menjadi semacam kertas.
Orang itu pecahkan lagi satu butir telur dan bagian kuningnya membentuk wajah yang mengantarkan barang gaib itu ke putri Cik Som.
Teman ustaz itu kemudian berkata bahwa orang itu yang membuat putri Cik Som jadi begitu. Ternyata itu adalah saudara Cik Som sendiri.
" Anak Ibu sudah dinikahi oleh iblis yang berbentuk orang hutan jantan. Binatang itu besar. Setiap malam anak Ibu akan digauli 4-5 kali baru makhluk itu puas," jelas teman ustaz tersebut.
Betapa sengsaranya penderitaan putri Cik Som ini. Baru berumur belasan tahun tapi sudah jadi korban kedengkian keluarganya sendiri.
© (Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Teman ustaz itu kemudian meminta Cik Som untuk tidak memberitahukan kepada siapa saja kalau sudah tahu pelakunya.
" Satu hari dia akan datang dan muncul dengan sendirinya ke hadapan Ibu," kata teman ustaz itu.
Walaupun sudah berobat ke sana ke sini, penderitaan putri Cik Som semakin buruk. Dia sempat dirawat inap di rumah sakit di Serawak.
Namun setelah beberapa minggu, dokter meminta Cik Som membawa pulang anaknya karena putrinya sudah tidak bisa bertahan lagi.
Cik Som membawa pulang anaknya ke Johor dan meninggal di sana begitu sampai di rumah.
© Dream
Dream - Saat putrinya dimakamkan, Cik Som melihat pelaku tidak datang. Tapi 3 hari kemudian, orang yang berbuat jahat itu menampakkan batang hidungnya.
Begitu datang, dia malah menampakkan kebodohannya dengan berkata, " Sudah puas hati saya."
Cik Som membalas, " Syukur, anakku sudah tenang di alam sana dan tidak ada yang mengganggunya lagi."
Tapi orang itu malah makin memperlihatkan dirinya sebagai pelaku perbuatan keji itu dengan mengantarkan, " Siapa pun jangan pernah berani lagi dengan saya."
Jadi ternyata betul bahwa orang itu yang berbuat jahat terhadap putri Cik Som. Secara tidak sadar dia telah mengakui perbuatan kejinya.
Moral dari cerita ini adalah jauhilah perbuatan syirik sebab Cik Som mengatakan bahwa perbuatan itu akan makan tuan.
(Sumber: OhBulan.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya