Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rizky Ahmad Alias Dewa, Pawang Yang Digigit Ular Kobra Peliharaannya (jawapos.com)
Dream - Pawang ular asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rizky Ahmad alias Dewa, 19 tahun, digigit kobra peliharaannya pada Minggu, 8 Juli 2018. Sehari kemudian, Dewa dinyatakan meningggal dunia usai menjalani perawatan selama 25 jam di RSUD dr Doris Sylvanus.
Tetapi, ada yang aneh dalam peristiwa itu. Meski sudah tidak bernapas, tubuh Dewa yang sudah dinyatakan meninggal dunia itu masih hangat dan sesekali mengeluarkan keringat di bagian leher.
Keluarga pun belum yakin betul Dewa benar-benar meninggal. Mereka kemudian berharap adanya mukjizat.
" Memang, korban sebelumnya sudah sempat mau dimandikan, namun saat dipegang badannya kok hangat," ujar ayah Dewa, Suwardi, dikutip dari jpnn.com, Selasa 10 Juli 2018.
Keluarga, kata dia, memutuskan untuk tidak memandikan jasad Dewa lebih dulu. Padahal, liang lahat sudah digali.
Kabar keanehan itu menarik perhatian seorang habib setempat. Pada Senin sore, sang habib yang tidak disebut namanya datang bersama beberapa jemaahnya ke rumah Suwardi.
Rombongan berpakaian serba putih itu kemudian masuk ke dalam rumah dan melihat tubuh Dewa yang tertutup kain batik. Beberapa saat kemudian, pintu rumah ditutup dan warga tidak bisa melihat ke dalam.
Sekitar sepuluh menit kemudian, pintu rumah dibuka. Sang habib mengatakan masih ada harapan Dewa selamat. Pria itu menyarankan jasad Dewa dibaringkan di tanah depan rumah tanpa alas.
" Insya Allah masih bisa (selamat)," kata pria tua yang dikenal sebagai habib itu, lalu pergi. Keluarga menuruti saran tersebut. Jasad Dewa ditidurkan di tanah, lalu dikelilingi kelambu.
Jasad Dewa dikelilingi ular-ular peliharannya seperti dua ekor piton besar, tiga ekor piton kecil, dan seekor Kobra. Warga menyebut itu sebagai ritual tidur dengan ular.
Keluarga berharap ular-ular itu bisa mengisap racun yang ada di tubuh Dewa. Perlakuan keluarga terhadap jasad Dewa membuat warga penasaran dan berdatangan untuk melihat hal yang belum pernah terjadi itu.
Sumber: jpnn.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya