Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mahasiswa IAIN Samarinda, Didi Admanur (Foto: Kemenag)
Dream - Mahasiswa IAIN Samarinda, Kalimantan Timur, Didi Admanur didaulat sebagai wakil Indonesia di ajang Word Your Forum (WYF) dan Word Youth Theatre (WYT) di Mesir. Didi menjadi satu-satunya wakil Indonesia dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Didi mengaku bangga bisa menjadi wakil Indonesia, terlebih ini merupakan kali kedua dia berangkat.
" Saya bangga karena menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mendapat kehormatan untuk kedua kalinya di tahun ini," ujar Didi dikutip dari laman kemenag.go.id, Jumat 1 Februari 2019.
Didi menceritakan, agar bisa mengikuti forum WYF, dia terlebih dulu mendaftar secara online. Total, ada 45 ribu orang yang mengirimkan aplikasi pendaftaran, namun hanya 5 ribu orang saja yang terpilih. Forum ini akan diikuti oleh 163 negara.
Sementara untuk WYT, Ada 11 negara yang terlibat di dalamnya antara lain, Algeria, Vietnam, Nepal, Peru, Kyrgistan, Cameroon, Congo, Lebanon, Suriah, Arab saudi, dan Mesir.
Dalam aksi ini, Didi berkesempatan untuk bertemu langsung dengan Presiden Mesir, Abdul Fattah Al-Sisi.
Didi merupakan mahasiswa IAIN Samarinda semester akhir Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Samarinda Program Studi Tadris Bahasa Inggris.
Didi merupakan anak bungsu dari empat bersaudara ini tinggal di sebuah perbatasan di Desa Atap wilayah 3 Nunukan, Kalimantan Utara.
Didi bertekad ingin mewujudkan cita-cita sebagai diplomat meski berasal dari keluarga yang sederhana.
" Saya berasal dari keluarga yang sederhana dari orang tua yang bekerja sebagai petani, namun saya berkeinginan keras menjadi diplomat," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya