Makam Muslim Tertua se-Asia Tenggara di Aceh Dirusak, Terkait Sihir?

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 1 Februari 2019 11:01
Makam Muslim Tertua se-Asia Tenggara di Aceh Dirusak, Terkait Sihir?
Data Center of Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) mencatat, makam tersebut adalah makam Muslim tertua di Asia Tenggara.

Dream - Makam tua yang terletak di Kampung Lubuk Tuwe, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, ditemukan dalam keadaan rusak. Diduga, ada orang yang sengaja membongkar makam tua itu.

Muncul banyak dugaan terkait motif pelaku. Mulai dari menuntut ilmu sihir hingga mencari harta karun.

Dikutip dari Liputan6.com, peristiwa ini diketahui pertama kali oleh seorang warga pada Senin, 28 Januari 2019. Saksi mata melihat kondisi makam yang rusak ketika hendak pulang dari kebun cabainya.

Awalnya, saksi melihat ada urukan tanah di dalam bangunan makam. Merasa curiga, saksi mencoba melihat ke dalam bangunan dan menemukan makam tua yang diyakini keramat tersebut sudah digali.

Saksi kemudian memberitahukan temuannya kepada warga. Oleh warga, informasi tersebut dilaporkan ke kepolisian.

 

1 dari 3 halaman

Motif Perusakan Masih Misterius

Tiba di lokasi, polisi mengamankan dua buah sekop, satu buah linggis, karung goni, serta botol air mineral. Diduga, pelaku tidak melanjutkan aksinya dan tanah akan dibiarkan terbuka.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kapolsek Meurah Mulia, Iptu Bustami, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan motif para pelaku. Hingga saat ini, penyelidikan masih dijalankan.

" Benda-benda yang hilang tidak ada. Karena, pas 1 meter penggalian, mungkin ya, enggak tahu kejadiannya, karena kan namanya kuburan keramat kan, jadi, belum selesai perbuatannya, lalu, barang-barang yang ada di TKP ditinggalkan pelaku," kata Bustami.

 

2 dari 3 halaman

Makam Muslim Tertua di Asia Tenggara

Makam yang rusak tersebut rupanya termasuk situs sejarah. Data Center of Information for Samudra Pasai Heritage (CISAH) mencatat, makam tersebut adalah makam Muslim tertua di Asia Tenggara.

Makam tak bernama itu dikenal warga sebagai makam 'Tgk. Raja Amad'. Warga juga meyakini tempat tersebut adalah makam keramat.

Ketua CISAH, Abdul Hamid, mengatakan terdapat tiga makam kuno dalam sebuah bangunan yang berada di lahan warga. Bangunan tersebut dikelilingi kuburan umum.

Dari tiga makam, dua makam bisa dikenali tahunnya. Sementara satu makam lainnya tidak bisa lagi karena lapuk.

" Dua tokoh pemilik makam yang nisannya bersurat wafat pada tahun 622 Hijriah atau 1226 Masehi. Dari data pada batu nisannya, salah satu pemilik makam itu bernama Ibnu Mahmud," kata Hamid.

 

3 dari 3 halaman

Satu Makam Tak Dikenali

Sementara makam yang oleh warga disebut milik 'Tgk. Raja Amad' tidak tercantum nama pemilik pada batu nisan. Tetapi, hanya disebutkan sifat-sifat dari orang yang dimakamkan.

" Namun, tahun wafatnya sama dengan tahun wafat Ibnu Mahmud yaitu 622 H," kata Hamid.

Selanjutnya, kata Hamid, sifat yang disebutkan dalam nisan makam 'Tgk. Raja Amad' yaitu As Sa'id Asy Syahid Mahbub Qulub Al Khala'iq. Artinya, 'Yang berbahagia lagi syahid dan dicintai oleh hati orang banyak'.

Sedangkan satu makam tua yang letaknya tidak jauh dari makam 'Tgk. Raja Amad' kondisinya terbengkalai. Makam tersebut tidak dilindungi bangunan apapun.

" Gubuk saja tidak ada. Jadi terbiarkan begitu saja. Kena air hujan, matahari. Deskripsi atau catatan yang ada di batu nisannya lama-lama aus," ucap Hamid.

(ism, Sumber: Liputan6.com/Rino Abonita)

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik