Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Helikopter MI 17 Menjatuhkan Bom Air Di Lahan Yang Terbakar Kota Pekan Baru, Riau (Antara/FB Anggoro)
Dream - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Pulau Sumatera terus merata.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan setidaknya ada penambahan titik panas atau hotspot. Untuk itu, dirinya meminta adanya antisipasi intensif beberapa hotspot tersebut.
" Upaya pencegahan harus ditingkatkan. Jika tidak maka kebakaran hutan dan lahan bakal terulang," katanya di Jakarta, Minggu, 26 Juli 2015.
Ancaman ini terlihat dari bertambahnya titik panas atau hostpot. Berdasarkan pemetaan satelit Modis (Terra-Aqua) pada Minggu, 26 Juli 2015, terpantau ada sekitar 308 hotspot yang tersebar di sejumlah titik di Pulau Sumatera. Titik sebaran tersebut antara lain di Riau 122 titik, Sumsel 59 titik, Jambi 58 titik, Bengkulu 10 titik, Sumbar 19 titik, Sumut 25 titik, Babel 9 titik, Kepri 1 titik dan Lampung 5 titik.
Menurut Sutopo, berdasarkan pantauan satelit tersebut, Riau tetap menjadi daerah langganan karhutla. Dari 122 hotspot yang tersebar di Riau yang paling terancam adalah daerah Pelalawan. Di daerah itu, setidaknya terdapat 44 titik panas penyebab karhutla.
Sutopo menambahkan, potensi kebakaran hutan akan semakin parah. Potensi penyebab karlahat itu karena di tahun 2015 ini El Nino moderate akan semakin menguat sehingga diperkirakan kemarau akan berlangsung hingga November 2015.
El Nino merupakan gejala penyimpangan kondisi laut. Kondisi El Nino ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di samudera Pasifik sekitar ekuator khususnya bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru) dan menurunnya suhu permukaan laut di samudera Pasifik sekitar ekuator bagian barat.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama


3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya


Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
