Ancaman Kebakaran Hutan di Sumatera Semakin Merata

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 26 Juli 2015 15:55
Ancaman Kebakaran Hutan di Sumatera Semakin Merata
Berdasarkan pantauan satelit, ada 308 titik panas terpantau di Pulau Sumatera.

Dream - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Pulau Sumatera terus merata.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan setidaknya ada penambahan titik panas atau hotspot. Untuk itu, dirinya meminta adanya antisipasi intensif beberapa hotspot tersebut.

" Upaya pencegahan harus ditingkatkan. Jika tidak maka kebakaran hutan dan lahan bakal terulang," katanya di Jakarta, Minggu, 26 Juli 2015.

Ancaman ini terlihat dari bertambahnya titik panas atau hostpot. Berdasarkan pemetaan satelit Modis (Terra-Aqua) pada Minggu, 26 Juli 2015, terpantau ada sekitar 308 hotspot yang tersebar di sejumlah titik di Pulau Sumatera. Titik sebaran tersebut antara lain di Riau 122 titik, Sumsel 59 titik, Jambi 58 titik, Bengkulu 10 titik, Sumbar 19 titik, Sumut 25 titik, Babel 9 titik, Kepri 1 titik dan Lampung 5 titik.

Menurut Sutopo, berdasarkan pantauan satelit tersebut, Riau tetap menjadi daerah langganan karhutla. Dari 122 hotspot yang tersebar di Riau yang paling terancam adalah daerah Pelalawan. Di daerah itu, setidaknya terdapat 44 titik panas penyebab karhutla.

Sutopo menambahkan, potensi kebakaran hutan akan semakin parah. Potensi penyebab karlahat itu karena di tahun 2015 ini El Nino moderate akan semakin menguat sehingga diperkirakan kemarau akan berlangsung hingga November 2015.

El Nino merupakan gejala penyimpangan kondisi laut. Kondisi El Nino ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di samudera Pasifik sekitar ekuator khususnya bagian tengah dan timur (sekitar pantai Peru) dan menurunnya suhu permukaan laut di samudera Pasifik sekitar ekuator bagian barat.

 

Beri Komentar