Anies dan Ahok Melayat di Rumah BJ Habibie

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 12 September 2019 10:11
Anies dan Ahok Melayat di Rumah BJ Habibie
Habibie memberi kesan yang mendalam bagi Anies dan Ahok.

Dream - Sejumlah pejabat dan masyarakat terus berdatangan ke rumah duka almarhum Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, di Jalan Patra Kuningan XIII, Blok L XV Kav 5, Kuningan, Jakarta Selatan.

Salah satu pejabat yang datang yakni Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ketika melayat, Anies ditemani ibundanya, Aliyah Rasyid.

" Kebetulan ibu dan Pak Habibie lama bekerja bersama dalam kegiatan beasiswa di mana anak-anak mendapatkan biaya untuk sekolah dan kuliah," ujar Anies, Kamis 12 September 2019.

Anies mengatakan, seluruh elemen masyarakat berduka atas kepulangan Bapak Teknologi Indonesia ke pangkuan Ilahi. Dia mengatakan, Habibie merupakan sosok yang menjadi idola anak-anak Indonesia.

" Begitu banyak anak-anak yang dikirim ke universitas terkemuka untuk belajar teknologi," kata dia.

Di lokasi yang sama, nampak juga mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang turut melayat. Ahok pun bersedih dengan meninggalnya Habibie.

" Sedih karena saya berharap sebetulnya Pak Habibie diberi umur lebih panjang, tentunya bisa bersama-sama dengan kita," ucap Ahok.

Habibie meninggal dunia pada Rabu 11 September 2019 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta, karena menderita penyakit jantung.

1 dari 5 halaman

BJ Habibie Meninggal, Pemerintah Tetapkan 3 Hari Berkabung Nasional

Dream - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengatakan, hari meninggalnya Presiden ke-3 Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie ditetapkan sebagai hari berkabung nasional.

Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional akan berlangsung selama tiga hari mulai besok, 12 September 2019 hingga Sabtu, 14 September 2019.

" Kami mengajak masyarakat untuk mengibarkan bendera setengah tiang sampai tanggal 14 September 2019," kata Pratikno, Rabu, 11 September 2019.

Pratikno mengatakan, imbauan yang dia sampaikan juga berlaku untuk lembaga negara baik di dalam maupun luar negeri.

" Imbauan juga kepada kantor lembaga negara, kantor pemerintah, baik di dalam dan luar negari, untuk mengibarkan bendera setengah tiang sampai tanggal 14 September 2019," ujar dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

2 dari 5 halaman

Doa Ibas: Semoga BJ Habibie Bertemu Ainun dan Ani Yudhoyono

Dream - Dua Putra Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyambangi RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Keduanya turut melepas kepergian Presiden Ketiga Baharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie. AHY mengatakan tahun ini merupakan saat yang berat bagi bangsa Indonesia. Sebab, Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya.

" Tentu tahun ini merupakan tahun yang berat bagi kita semuanya. Kembali kita kehilangan putra terbaik bangsa, kami sekeluarga juga baru kehilangan Ibunda tercinta," ujar AHY di RSPAD.

AHY mengenal BJ Habibie sebagai negarawan yang peduli dan menaruh perhatian besar terhadap rakyat dan negara.

Senada, Ibas menyebut keluarga besar Presiden SBY menyampaikan duka cita atas meninggalnya BJ Habibie.

" keluarga besar Bapak SBY tentu berduka, prihatin dan bersedih atas kepergian dari presiden ketiga kita, Professor BJ Habibie, yang sore hari ini telah dipanggil Yang Maha Kuasa," ujar Ibas.

Dia berharap, Allah SWT mengampuni seluruh dosa-dosa dan menerima segala amal ibadah yang dilakukan oleh Habibie. Tak lupa, Ibas mendoakan agar Presiden ke-3 itu bisa bertemu dengan mendiang istrinya, Ainun Habibie.

" Saya yakin almarhum BJ Habibie akan bertemu dengan almarhumah Ibu Ainun dan saya doakan di dalamnya bertemu dengan almarhumah Ibu Ani Yudhoyono," kata dia.

3 dari 5 halaman

Jokowi: Habibie Ilmuwan Dunia

Dream - Presiden Joko Widodo menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Presiden Ketiga Indonesia, Baharudin Jusuf (BJ) Habibie. BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB usai menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSPAD Gatot Subroto.

" Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Perkenankan saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dan Pemerintah menyampaikan duka mendalam, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah Bapak Prof BJ Habibie tadi jam 18.05 di RSPAD Gatot Subroto," ujar Jokowi di RSPAD, Rabu 11 September 2019.

Selain sebagai presiden Indonesia ketiga, Jokowi menilai Habibie selama ini dikenal sebagai sosok ilmuwan dunia. Presiden juga mengagumi BJ Habibie sebagai bapak teknologi Indonesia, serta presiden ketiga Republik Indonesia.

" Beliau berpulang ke rahmatullah dalam usia 83 tahun dan nantinya dari Rumah Sakit Gatot Subroto akan dibawa ke rumah duka beliau di Kuningan," kata Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyematkan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.

" Dan bisa melanjutkan apa yang dicita-citakan Bapak Profesor BJ Habibie semasa hidupnya," kata Jokowi.

4 dari 5 halaman

BJ Habibie Meninggal Dunia

Dream - Indonesia kembali berduka. Presiden Ketiga Indonesia, Baharudin Jusuf (BJ) Habibie meninggal dunia.

" Hari ini pada Rabu, 11 september 2019 pukul 18.05 WIB Presiden Ketiga BJ Habibie meninggal dunia," ujar putra kedua Habibie, Thareq Habibie, dalam konferensi pers di RSPAD Gatot Subroto.

Thareq menjelaskan tim dokter sudah melakukan upaya yang maksimal. Namun kondisi tidak bisa diprediksi.

" Kita sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mohon doanya saja," kata Thareq.

Habibie meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto. Sebelumnya, Habibie dirawat di ruang ICU.

5 dari 5 halaman

BJ Habibie Wafat, Putra Bungsu: `Jantungnya Berhenti Beraktivitas`

Dream - Kabar duka menyelimuti bangsa Indoensia, Presiden ke-3 Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie meninggal dunia hari ini, Rabu, 11 September 2019, sekitar pukul 18.03 WIB.

" Saya harus menyampaikan ini, bahwa ayah saya, Presiden ke-3 RI, BJ Habibie meninggal dunia pukul 18.05 WIB," ujar Putra bungsu Habibie, Thareq Kemal Habibie di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.

Thareq menjelaskan, salah satu penyebab " Bapak Teknologi Indonesia" itu berpulang yakni karena penyakit jantung yang diidapnya.

" Jantungnya sudah berhenti beraktivitas," ungkapnya. 

Menurut Thraeq, kondisi sang ayah memang terus menurun karena usianya yang sudah sepuh. Namun, Habibie masih tetap menjalani aktivitas yang sangat banyak.

" Meninggal karena sudah menua, kemarin kan saya katakan gagal jantung karena penuaan," ujarnya

Thareq yang mendampingi sang ayah jelang akhir hidupnya menceritakan jika organ-organ dalam tubuh Sang Presiden melemah dan menjadi tidak kuat lagi.

" Pukul 18.05 jantungnya dengan sendirinya menyerah sampai titik akhir," kata dia.(Sah)

Beri Komentar