Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Mantan artis cilik Enno Lerian tak mudah memutuskan berhijrah. Sempat muncul keraguan dalam hatinya. Beragam pikiran negatif membayanginya. Namun Enno akhirnya memantapkan diri memulai hidup yang lebih baik dengan berhijrah.
Langkah Enno di awal berhijrah memang tak mudah. Banyak yang harus dipersiapkan dan dihadapi saat keputusan berubah diambil. Tapi semua berbuah manis.
" Apa yang aku takutkan ternyata nggak ada sama sekali. Orang malah welcome banget..... Perubahan hidup setelah berhijrah yang pasti indah banget," ujar Enno dikutip Dream dari video Sasha_ID. (Lihat videonya di sini)
Ya berhijrah memang butuh persiapan. Tak hanya oleh Enno, ketakutan di alam bawah sadar setiap orang sering menggelayuti mereka yang berniat berhijrah. Pekerjaan yang jadi terbatas, kehidupan pergaulan yang terganggu adalah satu dari sedikit kecemasan itu.
Tapi semua itu pada akhirnya tak terbukti. Berhijrah tak membuat seseorang menjadi orang asing di lingkungan sekitar. Sebaliknya, mereka umumnya menjadi pribadi yang lebih baik setelah berhijrah.
Fenomena hijrah memang belakangan banyak terjadi. Dari kalangan selebriti, profesonal, bahkan masyarakat awam ingin kembali pada kehidupan Islami.
Istilah hijrah selama ini melekat pada fenomena seseorang yang baru mengenal atau memperhatikan Islam setelah sebelumnya kurang memperhatikannya. Mereka yang berhijrah biasanya tampil dalam atribut kesalehan lahirian seperti berjilbab atau memelihara jenggot.
Jauh sebelum fenomena hijrah berkembang, masyarakat sebetulnya sudah sejak lama mengenal hijrah. Namun kala itu hijrah masih dikaitkan dengan sejarah Nabi Muhammad SAW yang memutuskan pindah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini ditandai umat Islam sebagai tahun baru hijriah.

Nyatanya, hijrah dalam makna yang dipakai masyarakat saat ini sudah lama dijelaskan para ulama.
Muhammad bin ‘Allan As-Shiddiqi, dalam kitab Dalilul Falihin li Thuruqi Riyadhis Shalihin, menjelaskan hijrah secara bahasa bermakna " at-tarku" yang berarti meninggalkan sesuatu.
Sementara dalam syariat Islam, hijrah dimaknai sebagai memisahkan diri atau berpindah dari negeri kufur ke negeri Islam karena mengkhawatirkan keselamatan agama.
Dalam konteks yang lebih luas, merujuk penjelasan Al-Hafizh Abdurrauf Al-Munawi, seorang pakar hadits asal Mesir, hijrah pada hakikatnya adalah tarkul manhiyyat, meninggalkan berbagai larangan agama.
Dari penjelasan ini, hijrah pada awalnya memang tidak terbatas pada perpindahan yang bersifat lahiriah. Namun juga mencakup perpindahan atau perubahan yang bersifat batiniah.
Tuntunan Nabi Muhammad SAW seperti diutarakan Badruddin Mahmud bin Ahmad Al-‘Aini dalam kitab Umdah al-Qari Syarh Shahih al-Bukhari, menyampaikan, " Hakikat hijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah."
Nah jika kamu saat ini sudah atau sedang dalam proses berhijrah, cobalah beristiqomah dengan melakukan hal-hal kecil. Salah satunya adalah #WaktunyaHijrah ke kebiasaan baik menggunakan siwak. Dengan teknologi yang makin berkembang, kamu tak perlu lagi bersiwak dengan batang yang masih utuh dan mengunyahnya.
Tak hanya mengikuti sunnah Nabi, Pada 1986, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pernah merekomendasikan penggunaan siwak untuk membersihkan gigi dan mulut.
Saat ini telah hadir Sasha Halal Toothpaste, pasta gigi dengan serpihan asli siwak yang diperkaya dengan ekstrak daun sirih. Efektif melawan bakteri penyebab plak dan bau mulut, serta merawat kesehatan gigi dan gusi.

Siwak dapat merangsang produksi lebih air liur (saliva), dimana saliva bermanfaat dalam melindungi & membersihkan mulut. Selain itu sebagai anti decay agent (zat anti pembusukan) yang menurunkan jumlah bakteri mulut dan mencegah proses pembusukan.
Sasha Halal Toothpaste mengandung flouride yang membantu mencegah gigi berlubang dan menjaga kesehatan kekuatan gigi. Tersedia juga pasta gigi Sasha whitening dengan kandungan lemon dan garam, yang akan membuat gigi lebih putih, sehat, kuat, serta nafas segar dan tahan lama.
Yuk, #HijrahBarengSasha. Segera tinggalkan kebiasaan buruk dan beralihlah ke kebiasaan baik untuk menjalani hidup yang lebih berkualitas. Mari kita tegakkan hijrah menjadi kebiasaan yang menghidupkan.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Sasha Halal Toothpaste, Sahabat Dream bisa mengunjungi instagram Sasha (@SashaIndonesia) dan Facebook Sasha Pancaran Aura Islami.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang