Leher sampai Kaki Tertimbun, Nenek Canaria Bertahan 20 Jam di Reruntuhan Balaroa

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 8 Oktober 2018 13:01
Leher sampai Kaki Tertimbun, Nenek Canaria Bertahan 20 Jam di Reruntuhan Balaroa
Mukena yang dikenakannya masih melilit di leher.

Dream - Nenek Canaria, 75 tahun, bersiap sholat Maghrib, pada 29 September 2018, lalu. Tapi, hentakan hebat dari bumi membuatnya terkejut. Gempa Palu yang dahsyat itu.

Seperti warga lain, dia mencoba keluar dari rumah. Menyelematkan diri dari reruntuhan.

Tapi, ada daya. Tubuhnya tertimbun reruntuhan rumahnya. Dari kaki hingga leher tertutup puing.

Keluarga sempat kesulitan mencari Canaria. Gempa membuat lokasi rumahnya bergeser jauh.

Teriakan Canaria-lah yang membawa harapan itu. Suaranya didengar warga yang lewat.

" Alhamdulillah saat itu ada warga yang lewat dan mendengar ibu minta tolong, diberi air minum dan memberi tahun kami posisi ibu," kata Aidah, anak kelima Canaria, dikutip dari Fajar Online, Senin, 8 Oktober 2018.

Proses evakuasi berjalan tak mudah. Posisi Canaria di dasar reruntuhan menjadi alasan utamanya.

Di tengah proses evakuasi, Canaria enggan menyerah. Sisa tenaga dia salurkan untuk menggapai air minum.

Usai 20 jam dia bertahan dalam timbunan puing, tubuh Canaria akhirnya dapat diselamatkan pada Sabtu, 29 September 2018 sekitar pukul 14.00. Mukena yang hendak dia pakai sholat masih tampak. Melilit di lehernya.

Beri Komentar
Pengakuan Mencengangkan Aulia Kesuma, Dibalik Rencana Pembunuhan Suami dan Anak Tirinya