Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Rapat Koordinasi ASEAN Youth Interfaith Camp Di Pendopo Jombang (Foto: Beritajatim.com)
Dream - Kabupaten Jombang bakal menjadi tuan rumah ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) yang diikuti 18 negara. Pertemuan yang dihadiri kalangan muda antar agama tersebut digelar Oktober 2017 mendatang.
Sedangkan kepanitiaan terdiri dari Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) bekerjasama dengan Pusat Study ASEAN Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (PSA Unipdu) Jombang. Acara tersebut sekaligus dalam rangka HUT ASEAN ke-50 .
Kepastian itu mengemuka setelah digelar pertemuan sejumlah pihak di pendopo Pemkab Jombang. Diantaranya Rektor Unipdu Prof Ahmad Zahro, Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri, JS George Lantu, Direktur Pusat Study ASEAN Unipdu Jombang Zahrul Azhar, serta Bupati Nyono Suharli Wihandoko, dikutip dari beritajatim.com, Minggu, 26 Februari 2017.
Ahmad Zahro mengatakan, meski acara tersebut digelar Oktober mendatang, namun segala persiapan mulai dilakukan. Sementara dipilihnya Jombang sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Hal itu tidak lepas dari banyaknya pesantren di Jombang.
" Jombang dikenal memiliki ratusan pesantren. Namun di Jombang juga terdapat warga non muslim. Akan tetapi mereka bisa hidup berdampingan secara damai. Nah, ini bisa menjadi contoh negara lain dalam memelihara kerukunan umat beragama. Mereka bisa belajar dari sini," ujar Zahro usai pertemuan.
JS George Lantu, Direktur Kerjasama Sosial Budaya ASEAN Kementerian Luar Negeri mengatakan, disamping dari negara yang tergabung dalam ASEAN, beberapa perwakilan dari Rusia, Korea Selatan, India, Kanada China, Jepang dan New Zealand akan ikut menjadi peserta. Menariknya, para undangan tersebut bukan hanya dari kalangan muslim, namun juga non muslim.
" Dari kegiatan ASEAN Youth Interfaith Camp di Jombang diharapkan muncul banyak ide dalam mengembangkan kehidupan yang harmoni, kehidupan yang damai. Mereka bisa belajar dan berdialog tentang kehidupan yang harmoni dan damai di kota santri," ujarnya.
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko mengatakan, pihaknya siap menjadi tuan rumah pertemuan yang akan diikuti peserta dari 18 negara itu. Bahkan menurut Nyono, hal itu merupakan peluang bagi Jombang untuk mempromosikan wilayahnya.
" Potensi Jombang sangat luar bisa. Nah, dengan ASEAN Youth Interfaith Camp, potensi tersebut bisa dikenal oleh tamu dari mancanegara. Mulai dari pesantren, keharmonisan, pertanian, serta budaya akan kita kenalkan. Sekali lagi, ini adalah momentum bagus," urainya.
(Sumber: m.beritajatim.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya