Astaghfirullah... Ditemukan Kembang Api Berbahan Kertas Quran

Reporter : Eko Huda S
Kamis, 23 Juni 2016 15:02
Astaghfirullah... Ditemukan Kembang Api Berbahan Kertas Quran
Polisi menyita 6000 batang kembang api untuk menghindari konflik di masyarakat.

Dream - Polisi Pangkalpinang menyita 6000 batang kembang api berbahan kertas Alquran. Penemuan kembang api yang menggunakan kertas Alquran sebagai pembungkus ini sebelumnya sempat membuat geger warga di Batu Belubang, Pangkalan Baru, Pangkalpinang.

Setelah mendapatkan laporan penemuan kembang api berbungkus kertas Alquran, petugas Polsek Pangkalan Baru dan Polres Pangkalpinang mendatangi sejumlah toko. Namun polisi tidak menemukan kembang api dengan bahan pembungkus Alquran.

“ Tapi demi penyidikan lebih lanjut kami mengamankan Kembang Api Merek Pancaran sebanyak 6000 batang,” kata Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang, AKP Teguh Setiawan, sebagaimana dikutip Dream dari laman BangkaNews, Kamis 23 Juni 2016.

Batang pembungkus kembang api yang disita tersebut memang tak berbahan kertas Alquran. Namun tetap diamankan untuk menghindari potensi Konflik di masyarakat.

“ Karena ini sangat sensitif, kami melakukan penyitaan,” tambah Kasat Intelkam Polres Pangkalpinang, Adi Puta.

Menurut BangkaNews, kembang api berbahan kertas Alquran ditemukan pada Selasa yang lalu. Bermula saat seorang ibu rumah tangga, Ria (30), membeli 10 batang petasan di pasar pagi TPI Dusun Batu Belubang.

Namun Ria melihat keanehan saat sang anak yang baru saja bermain kembang api menyobek batang kembang api yang terbuat dari kertas. Dan ternyata, batang kembang api itu terbuat dari kertas Alquran.

Ria lantas melaporkan temuan itu ke Bhabinkamtibmas wilayah Batu Belubang dan diteruskan ke Polsek Pangkalan Baru.

1 dari 2 halaman

Produsen Sandal Berlafal `Allah` di Jawa Timur Minta Maaf

Dream - Beredarnya gambar di dunia maya tentang sandal yang bertulisan lafal mirip `Allah` menjadikan masyarakat khususnya umat Islam resah. Banyak netizen di media sosial yang sangat marah, karena merasa tidak sepantasnya lafal `Allah` berada di sandal yang notabene untuk diinjak.

Hal ini membuat Limlongwa sebagai direktur atau pemilik pabrik PT Pradita Perkasa Makmur Surabaya yang memproduksi sandal itu meminta maaf. Permohonan maaf ini disampaikan Limlongwa usai bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Surabaya pada Senin 12 Oktober 2015 kemarin. 

" Saya pemilik pabrik sandal PT Pradita Perkasa Makmur, saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara umat muslim di Indonesia atas ketidaksengajaan produk sandal, sehingga melukai hati saudara-saudara muslim yang ada di Indonesia. Mohon maaf sebesar-besarnya," ucap Limlongwa di Kantor PWNU Jawa Timur seperti dilansir TV9 NUsantara.

Limlongwa mengaku sempat kaget karena tidak mengetahui adanya lafal Allah dalam sendal yang diproduksi. Ia berjanji akan menarik seluruh produk sandal itu secepat-cepatnya dan akan segera memusnahkannya.

Ia berharap kepada semua umat muslim untuk memaafkan kesalahan tersebut, dan akan lebih berhati-hati untuk melakukan proses produksi.

Pada Selasa 13 Oktober 2015, telah dilakukan event aksi pembakaran sebanyak 1 pickup sandal bermotif lafal `Allah` yang telah memicu kontroversi di masyarakat. Aksi pembakaran sandal ini juga dihadiri langsung oleh Direktur perusahaan Limlongwa yang akan menyampaikan permohonan maafnya kepada umat Islam.

Kemudian acara dilanjutkan dengan mau'idzoh hasanah yang akan disampaikan oleh Kiai NU, yang mengambil tema tentang bagaimana merespons masalah dengan penuh kearifan Islami. (Ism, Sumber : TV9 Nusantara)

2 dari 2 halaman

Pakai Logo Mirip Lafaz Allah Terbalik, Hotel di Bandung Didemo

Dream - Hotel Zodiak yang berada di di Jalan Sutami, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, didemo warga karena diduga memasang logo mirip lafaz Allah terbalik.

Dalam orasinya, warga yang tergabung dalam Barisan Tatar Bojonagara (Batara), meminta logo yang dinilai melecehkan umat muslim itu diganti. Lebih dari itu mereka juga meminta pemerintah kota mencabut izin dan menutup hotel tersebut.

" Warga Bandung sangat terganggu dan resah dengan keberadaan logo tersebut," kata Koordinator aksi Farid Ridwan dikutip Dream.co.id dari laman Merdeka.com, Senin 19 Januari 2014.

Kata dia, hal ini sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan terhadap umat Islam khususnya warga Bandung.

Nurdin Muhammad, bagian Legal Kagum Grup, selaku perwakilan manajemen hotel bintang tiga, mengaku akan menampung keluhan warga.

Dia menjelaskan, logo itu dibuat berdasarkan rasi bintang yakni zodiak virgo. Di Bandung, ada lima Hotel Zodiak yang menggunakan logo berbeda setiap hotelnya.

Manajeman hotel menegaskan mereka sama sekali tidak bermaksud menyindir umat muslim dengan simbol mirip lafaz Allah yang dibalik.

" Itu adalah simbol dari logo zodiak virgo. Itu printnya seperti itu. Itu bukan keinginan, karena memang dari zaman Yunaninya seperti itu. Kami tidak bermaksud melecehkan agama apapun," terangnya.

Usai melakukan mediasi, manajemen hotel dan perwakilan massa mendatangi MUI Kota Bandung.

" Apakah dinyatakan sah atau tidak, kami dari pihak hotel dan masyarakat akan datang ke MUI bersama-sama. Kita akan lihat dulu seperti apa. Jika dinyatakan bersalah kami bersedia menurunkan," kata Nurdin.

Dia berharap MUI bisa memberikan keputusan soal fatwa secepatnya. Agar persoalan ini cepat selesai dan tidak menimbulkan kecemasan dan keresahan di kalangan umat Islam, khususnya di Bandung.

(Ism, Sumber: Merdeka.com)

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi