Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Aung San Suu Kyi
Dream - Pejabat tinggi Komite Hak Azasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menaikkan kemungkinan menjadikan pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi sebagai tersangka dalam kasus pengusiran dan pembunuhan ribuan warga Rohingya di Rakhine.
ABC News melaporkan Komisaris Tinggi Hak Azasi Manusia untuk PBB Zeid Ra'ad Al-Hussein mengaku tak terkejut jika kelak pengadilan militer mengenai Myanmar memutuskan munculnya isu genosida dalam peristiwa tersebut.
PBB sebelumnya telah menggambarkan kematian dan pemindahan warga Rohingya sebagai genosida. Di awal Desember 2017 ini, Zeid telah meminta penyelidikan kriminal atas kejahatan di Myanmar.
Zeid mengatakan tidak dapat mengesampingkan kemungkinan pemimpin militer dan pemerintah atas kejahatan tersebut.
" Tingkat kegawatan dan skala tersebut menyarankan munculnya kejahatan yang memerlukan tanggapan masyarakat internasional," kata Zeid.
" Tindakan genosida sangat sulit untuk ditetapkan karena memiliki ambang batas yang tinggi. Oleh karena itu perlu pengadilan untuk membuktikannya," ucap Zeid.
Zeid mengatakan telah memperingatkan Suu Kyi untuk menghentikan perburuan etnis Rohingya. Peringatan melalui saluran telepon itu, kata Zeid, tidak mendapat respon dari Suu Kyi.
" Dia bilang 'ini mengerikan, tentu kita ingin melihatnya'," kata Zeid.
" Tapi kemudian beberapa hari setelah itu mereka mulai mempertanyakan metodologi yang telah kami pilih, mereka mulai mempertanyakan apakah faktanya benar."
Suu Kyi, lanjut Zeid, kemungkinan telah menyetujui tindakan militer terhadap orang-orang Rohingya, katanya. Zeid menyarankan agar Suu Kyi juga dinyatakan bersalah karena gagal bertindak.
" Ada kejahatan kelalaian," kata Zeid.
" Mengingat skala operasi militer dengan jelas, ini harus diambil keputusan pada tingkat yang cukup tinggi," ucap dia menambahkan.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya