Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Stasiun 'Rumah Teletubbies' Di Bulan (dailymail.co.uk)
Dream - Badan Antariksa Eropa (Europe Space Agency/ESA) akan membangun kawasan mirip perkampungan di bulan. Hal ini untuk menggantikan Stasiun Ruang Angkasa Internasional yang mengitari bumi.
Uniknya, bangunan yang akan berfungsi sebagai stasiun ruang angkasa ini dirancang mirip rumah Teletubbies berbentuk kubah. Pembangunan ini dapat dimulai di 'Lunarville' untuk menggantikan stasiun pada 2024 dan diyakini akan memicu inovasi besar.
"Pembangunan stasiun di bulan akan mendorong inovasi besar teknologi di bumi," ujar Professor Jan Woerner, Future Head ESA, dikutip Dream dari dailymail.co.uk, Senin, 8 Juni 2015.
Bagian belakang bulan yang tidak pernah bisa dilihat dari bumi memiliki kondisi yang sangat cocok digunakan untuk penelitian. Teleskop dapat dipasang tanpa ada gangguan pada citra yang menangkap kedalaman ruang.
"Pembangunan akan memprioritaskan bahan bangunan dan makanan. Kemudian mencoba kemungkinan untuk memproduksi air dari hidrogen. Tumbuhan akan bisa tumbuh di rumah kaca," kata dia.
"Para peneliti akan berada di sana dalam jangka waktu beberapa bulan dalam sekali pemberangkatan. Layanan antar jemput permanen perlu dibangun untuk kasus darurat medis," lanjut Woerner.
Rencana pembangunan ini diperkirakan menelan biaya begitu besar. Untuk stasiun saja butuh biaya mencapai 75 miliar poundsterling, setara Rp1.524 triliun, dan bertambah jika dengan pembangunan perkampungan di bulan.
Tetapi, Woerner yakin sejumlah negara akan bersama mendanai pembangunan perkampungan tersebut. Sementara Universitas Teknik Darmstadt Jerman akan mengerjakan pembangunan tersebut.
Penerbangan dari bumi dengan teknologi saat ini memakan waktu sekitar dua hari dan menempuh jarak 230.000 mil atau sekitar 370.149 Kilometer.
"Masih banyak hal yang belum kita tahu soal bulan. Seperti IRT datang dari mana? Dan ada sumber yang begitu berharga, seperti gas Helium 3 yang tidak ada di bulan," lanjut Woerner.
"Helium 3 dianggap sebagai sumber energi untuk masa depan yang sangat penting untuk proses fusi nuklir," ungkap dia.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
