Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Forum Bahtsul Masail PBNU Di Pesantren KHAS, Kempek, Cirebon, Jawa Barat (nu.or.id)
Dream - Pemerintah akan memberlakukan kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) untuk mengembalikan dana-dana yang terparkir di luar negeri. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong menguatnya iklim investasi dan bertumbuhnya perekonomian nasional.
Tax amnesty telah menyedot perhatian banyak pihak, terutama pada ulama. Atas hal ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar forum bahtsul masail yang membahas kedudukan hukum kebijakan ini.
Sayangnya, forum yang digelar di Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Sirodj (KHAS) di Kempek, Cirebon, Jawa Barat ini mengalami kebuntuan (mauquf/deadlock). Alhasil, forum ini belum dapat memutuskan status hukum fiqih atas kebijakan tax amnesty ini.
" Musyawarah di forum bahtsul masail berlangsung alot dan tidak menemukan rumusan. Masalah ini memang pelik," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, dikutip dari nu.or.id, Senin, 25 Juli 2016.
Said mengatakan masalah ini dibahas NU didasari rasa kepedulian dan keterpanggilan. Menurut dia, NU ingin berkontribusi dalam penilaian kebijakan yang diterapkan pemerintah.
" Masalah ini dibahas secara objektif, tanpa tendensi politik yang cenderung subjektif. Kita membahas masalah-masalah bersandar pada kitab kuning pedoman NU," kata Said.
Sementara, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan dengan sejumlah ulama, pakar ekonomi bidang perpajakan, serta pemerintah. Pertemuan ini untuk mengkaji lebih dalam terkait tax amnesty sehingga dapat dimunculkan fatwa.
" Kita akan melakukan pendalaman atas masalah ini," ucap Helmy.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya