Banjir dan Longsor di Sulsel Akibatkan 59 Orang Meninggal

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 25 Januari 2019 15:47
Banjir dan Longsor di Sulsel Akibatkan 59 Orang Meninggal
Dusun Pattiro menjadi dusun paling terdampak longsor.

Dream - Jumlah korban banjir dan longsor di 13 kabupaten/ kota di Sulawesi Selatan terus bertambah. Hingga pukul 12.00 WIB, Jumat 25 Januari 2019, tercatat 59 orang meninggal, 25 hilang, dan 47 lainnya terluka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat banjir berjumlah 45 orang dan 24 orang hilang. Sementara itu, 46 orang luka-luka.

" Sedangkan longsor menyebabkan 14 orang meninggal dunia, satu orang hilang dan satu orang luka," tambah Kepala Pusat Data, Informasi dan Kehumasan BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Banjir di Sulawesi Selatan© BNPB

Banjir di Sulawesi Selatan (Foto: Istimewa)

Menurut Sutopo, longsor yang menimbulkan banyak korban terjadi di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Longsor terjadi setelah hujan lebat.

Material longsor berasal dari bukit Pattiroang yang berada di belakang perkampungan. " Material longsor menutup separuh Dusun Pattiro dan menimbun belasan rumah," ucap dia.

Sutopo mengatakan, Kepala BNPB, Doni Monardo, telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1,15 miliar. Dana tersebut digunakan untuk operasional tanggap darurat bagi BPBD Sulsel, BPBD Gowa, BPBD Jeneponto, BPBD Maros, dan BPBD Kota Makassar.

Sementara itu, bantuan logistik yang dibagikan senilai Rp828,9 juta. Bantuan logistis itu berupa, 250 unit tenda gulung, 435 paket sandang, 560 lembar selimut, 100 paket perlengkapan keluarga, 202 paket perlengkapan bayi, 240 lembar matras, 30 lembar kantong mayat, 300 lembar makanan siap karung plastik, 540 paket makanan siap saji, 714 paket lauk pauk, dan 690 paket makanan tambahan gizi.

Beri Komentar