6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Banjir Di Sulawesi Selatan (Foto: Istimewa)
Dream - Jumlah korban banjir dan longsor di 13 kabupaten/ kota di Sulawesi Selatan terus bertambah. Hingga pukul 12.00 WIB, Jumat 25 Januari 2019, tercatat 59 orang meninggal, 25 hilang, dan 47 lainnya terluka.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat banjir berjumlah 45 orang dan 24 orang hilang. Sementara itu, 46 orang luka-luka.
" Sedangkan longsor menyebabkan 14 orang meninggal dunia, satu orang hilang dan satu orang luka," tambah Kepala Pusat Data, Informasi dan Kehumasan BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Banjir di Sulawesi Selatan (Foto: Istimewa)
Menurut Sutopo, longsor yang menimbulkan banyak korban terjadi di Dusun Pattiro, Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Longsor terjadi setelah hujan lebat.
Material longsor berasal dari bukit Pattiroang yang berada di belakang perkampungan. " Material longsor menutup separuh Dusun Pattiro dan menimbun belasan rumah," ucap dia.
Sutopo mengatakan, Kepala BNPB, Doni Monardo, telah memberikan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1,15 miliar. Dana tersebut digunakan untuk operasional tanggap darurat bagi BPBD Sulsel, BPBD Gowa, BPBD Jeneponto, BPBD Maros, dan BPBD Kota Makassar.
Sementara itu, bantuan logistik yang dibagikan senilai Rp828,9 juta. Bantuan logistis itu berupa, 250 unit tenda gulung, 435 paket sandang, 560 lembar selimut, 100 paket perlengkapan keluarga, 202 paket perlengkapan bayi, 240 lembar matras, 30 lembar kantong mayat, 300 lembar makanan siap karung plastik, 540 paket makanan siap saji, 714 paket lauk pauk, dan 690 paket makanan tambahan gizi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
