Banjir Sulsel, 30 Orang Meninggal dan 25 Orang Hilang

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 24 Januari 2019 19:02
Banjir Sulsel, 30 Orang Meninggal dan 25 Orang Hilang
Tim gabungan dari BPBD, BNPB, TNI, polri, dan Basarnas, PMI, relawan, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat terus melakukan penanganan bencana.

Dream - Penanganan banjir, longsor, dan puting beliung yang terjadi di Sulawesi Selatan terus dilakukan. Data yang dihimpun Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, menyebut terdapat 30 orang meninggal dunia dan 25 orang hilang.

" 47 orang luka-luka, 5.825 orang terdampak, 3.321 orang mengungsi, 76 unit rumah rusak, 2.694 unit rumah terendam, 11.433 hektare sawah terendam banjir, 9 jembatan rusak, 2 pasar rusak, 6 unit fasilitas peribadatan rusak, dan 13 unit sekolah rusak," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Kehumasan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya kepada Dream, Kamis, 24 Januari 2019.

Sutopo mengatakan, berdasarkan data itu, jumlah korban meninggal tersebar di Kabupaten Gowa, dengan 16 orang meninggal dunia, Kabupaten Jeneponto, dengan 10 orang meninggal dunia, dan Kabupaten Maros, dengan empat orang meninggal dunia.

Penanganan darurat, kata Sutopo, masih terus dilakukan. Tim gabungan dari BPBD, BNPB, TNI, polri, dan Basarnas, PMI, relawan, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat terus melakukan penanganan bencana.

Sutopo mengatakan, saat ini Kepala BNPB, Doni Monardo, telah berada di lokasi untuk berkoordinasi dengan Pemprov Sulawesi Selatan. BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai sebesar Rp1 miliar untuk operasional keposkoan dan darurat bagi BPBD.

Empat lokasi terparah, Kabupaten Jeneponto, Gowa, Maros, dan Kota Makassar, masing-masing menerima Rp250 juta.

" Selain itu bantuan logistik juga dikirimkan," ujar dia. (ism)

Beri Komentar