Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Evakuasi Basarnas Makassar (Foto: Twitter @basarnas_makassar)
Dream - Nenek Daeng Sada bersama putrinya, Lina, dan, putri Lina, Ulfa ditemukan tewas tertimbun longsor di Dusun Pattiro, Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ketiga orang itu meninggal dalam kondisi berpelukan.
Kepala Humas Basarnas Makassar, Hamsidar mengatakan, ketiga korban tersebut ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 16.00 WITA.
" Tiga mayat korban ini ditemukan di bagian dapur rumahnya yang tertimbun material longsor, dalam keadaan berpelukan," kata Hamsidar, dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 24 Januari 2019.
Hamsidar mengatakan, sebelum tiga korban itu, tim Basarnas Makassar juga menemukan dua korban atas nama Yuni dan Nurkifayah.
" Proses pencarian dan evakuasi korban longsor di daerah menggunakan alat berat satu unit excavator," ujar dia.
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprop Sulawesi Selatan, Devo Kadafi, mengatakan ada 10 kabupaten yang terdampak banjir.
10 Kabupaten itu yakni, Kabupaten Gowa, Makassar, Soppeng, Jeneponto, Barru, Wajo, Maros, Bantaeng, Sidrap dan Pangkep.
" Bencana tahun ini berupa banjir dan longsor. Akibatnya ada beberapa warga yang meninggal dunia, hilang, luka dan dievakuasi," ujar Devo.
Devo mengatakan, hingga Rabu, 23 Januari 2019, jumlah pengungsi dari daerah-daerah terdampak itu mencapai 3.321 orang. Sementara itu, korban yang meninggal dunia di Kabupaten Gowa mencapai sembilan orang.
Selain korban meninggal, banjir dan longsor itu juga mengakibatkan kerugian material berupa rumah-rumah warga, fasilitas agama dan sekolah-sekolah.
(ism, Sumber: Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari)
Evakuasi longsor di dusun Pattiro, desa Pattalikang, kec Manuju & Kec Bongaya, Gowa, kmrn 5 Korban ditemukan (MD) Yuni (11), Nurkifayah (21), Dg. Sada (65), Lina (29) dan Ulfa (2). Pencarian menggunakan excavator. Hari ini, pencarian kembali dilakukan. Semangat temanSAR 💪😎 pic.twitter.com/y2dZkFJk7R
— Basarnas Makassar (@BSN_MAKASSAR)January 24, 2019
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya