Polisi Temukan 2.000 Foto dan Video Kasus Prostitusi Online Artis

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 24 Januari 2019 18:22
Polisi Temukan 2.000 Foto dan Video Kasus Prostitusi Online Artis
Terdiri dari foto dan tangkapan layar.

Dream - Kepolisian Polda Jawa Timur terus mendalami jaringan prostitusi online artis. Direskrimsus Polda Jawa Timur, Kombes Ahmad Yusep Gunawan, mengatakan, saat ini tim digital forensik sedang memilah 20 ribu data dari ponsel milik empat muncikari.

Hasil sementara yang diperoleh, polisi menemukan barang bukti 2.000 foto artis dan model yang diduga terlibat jaringan prostitusi.

" Dokumen gambar dan video itu didapat dari tersangka muncikari S," ujar Yusep, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 24 Januari 2019.

Yusep mengatakan, 2.000 gambar itu terdiri dari data foto asli dan tangkapan layar dari sederet selebritis yang ditemukan di ponsel muncikari S. Polisi akan menelusuri asal foto tersebut.

" Mengenai foto screenshot atau lainnya didapatkan dari mana, kami objektif dari medsos atau dari pihak ke pihak itu masih diselidiki," ucap dia.

Yusep mengatakan, polisi akan mendapat banyak data digital forensik dari empat tersangka muncikari. Baik mengenai transmisi maupun visual yang disebar ke pelanggan prostitusi online.

" Penyidikan mengarah pada keterkaitan data digital foto dan video dari empat tersangka muncikari maupun penghubung itu apabila masuk dalam periode 2017 sampai 2018, maka patut diduga prostitusi online," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

1 dari 3 halaman

Polisi Beber Chat Artis VA dan Mucikari, Gara-Gara Cicilan?

Dream - Polda Jawa Timur yakin dengan keputusannya menetapkan artis berinisial VA sebagai tersangka dalam kasus prostitusi daring (online). VA disangkakan pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) dengan hukuman pidana maksimal 6 tahun.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan mengungkapkan VA diduga sangat intens minta dicarikan pelanggan kepada mucikari.

“ Dari 2 kali diperiksa dengan adanya bukti baru yang kami ambil dari data forensik HP dan rekening koran yang ada, ini menguatkan VA ini di dalam komunikasi dengan mucikari dia sangat intens sekali,” ujar Irjen Pol Luki Hermawan dikutip Dream dari akun Youtube tayangan Inside Story Inews.

Bahkan, ungkap Luki, VA juga mematok sendiri harga sekali kencan ke mucikari yang diminta bantuan mencari pelanggan.

“ Dia meng-eksplore dirinya dengan mengirim foto dan menentukan harganya, dia minta 40 (juta) kalau nggak salah langsung, dan minta selalu dicarikan,” imbuhnya.

Lanjut kata dia, semua ini dilakukan karena VA terlilit utang mobil dan rumah sehingga memilih jalan pintas dengan bekerja seperti ini. 

“ Hasil keterangan mucikari, salah satu yang aktif dia (VA). Dia minta dicarikan dengan alasan dia mau nyicil mobil, mau bayar cicilan rumah itu secara terang-terangan,” imbuhnya.

Sebelumnya tim pengacara VA menyebut penyidik polisi terlalu terburu-buru menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus dugaan penyebaran konten pornografi kepada mencikari prostitusi online. Alasannya, keterangan yang didapat baru dari muncikari.

" Polda Jawa Timur terlalu terburu-buru menetapkan VA tersangka. Konten itu belum ditanyakan kepada kita apakah hanya satu pihak dengan keterangan ES saja," pengacara VA, Milano Lubis saat di Kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu 16 Januari 2019.

Menurut Milano, kliennya belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kasus itu. Hanya pemeriksaan bukti chat VA kepada ES. Jadi klienya tidak memahami bila penyidik sudah menetapkannya sebagai tersangka.

2 dari 3 halaman

VA: Saya Sudah Pasrah

Dream - Milano, kuasa hukum artis VA mengaku bingung dengan keputusan penyidik Polda Jawa Timur yang menetapkan kliennya sebagai tersangka. Dalam pemeriksaan belum lama  ini, Milano tak mengetahui ada bukti yang menguatkan status kliennya sebagai tersangka. 

" Kita juga bingung, karena pemeriksaannya belum ada seperti yang dituduhkan," ujar Milano saat di Kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu 16 Januari 2019.

Milano menegaskan selama ini VA tidak pernah menyebarkan foto atau video porno seperti yang dituduhkan pihak kepolisian kepada kliennya.

" Apakah benar VA yang mendistribusikan (foto dan video prono) pemeriksaan kemarin belum ada hanya sebatas chat pribadi antara VA dan Siska. Hanya sebatas itu," tuturnya.

Sementara VA yang hadir dalam konferensi pers tersebut mengaku sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Ia hanya bisa pasrah dengan masalah yang dihadapinya saat ini.

" Di sini aku mau ngomong benar atau salah pun sama saja tidak akan mengubah situasi apapun. Saya udah pasrah," ujar VA.

3 dari 3 halaman

Jadi Tersangka Prostitusi Online, Begini Curhat Artis VA

Dream - Artis VA mengaku sangat tertekan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi online. Artis yang digerebek di sebuah hotel di Surabaya itu khawatir dengan masa depannya.

" Keadaanku, aku tertekan. Aku tidak tahu gimana melanjutkan hidup aku ke depannya," ujar VA di Kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu 16 Januari 2019.

VA merasa menjadi korban. Sehingga, kata dia, tidak seharusnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online ini. " Aku di sini sebagai korban, ketemu orang saja aku takut, sedih, dan trauma," ucap dia.

Walau begitu, VA mengaku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia harus kuat menjalani kenyataan ditetapkan sebagai tersangka kasus prostitusi ini.

" Siap tidak siap harus siap, untung masih ada orang terdekat yang masih bisa buat aku bertahan," tutur VA.

Beri Komentar