Jerat Tersangka Haji Ilegal, Polisi Kebingungan Cari....

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 23 September 2016 10:28
Jerat Tersangka Haji Ilegal, Polisi Kebingungan Cari....
Ternyata dalam pasal 63 dan 64 UU Penyelenggaraan Ibadah Haji tak ada.....

Dream - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mengalami kesulitan menetapkan pelanggaran yang dilakukan delapan tersangka yang memberangkatkan 177 jemaah haji asal Indonesia melalui Filipina.

Kesulitan itu dikarenakan dalam pasal 63 dan 64 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji tak disebut sanksi pelanggaran menggunakan kuota haji negara lain.

" Kami masih mengkaji pasal apa yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah ini," kata penyidik Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Polisi Dwi Kornansiwaty saat acara Dialog Polri bertema, Jalan Berduri Menuju Tanah Suci, di Jakarta Pusat, Kamis, 22 September 2016.

Dalam Pasal 63 dan 64 UU Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggara Ibadah Haji hanya mengatur sanksi terhadap para penyelenggara ibadah haji dan umrah yang tidak mematuhi legalitas yang telah ditetapkan.

Untuk itu, kata Dwi, Bareskrim akan mendalami kemungkinan pelanggaran lain dari enam travel tersebut. Sebab, dari daftar yang dia tampilkan, enam travel tersebut tak memiliki izin resmi memberangkatkan haji.

Selain pelanggaran terhadap undang-undang penyelenggaraan haji, Bareskrim Mabes Polri juga menjerat para pelaku dengan dua pasal pidana lain. Dua pasal tersebut yaitu Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 62 ayat 1 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Seperti yang diketahui sebelumnya, kasus 177 calon jemaah haji asal Indonesia ditangkap otoritas imigrasi Filipina. Mereka diamankan untuk dimintai keterangan dalam kasus itu.

Dalam kasus tersebut, sembilan orang dari 177 calon jemaah haji yang tertipu tersebut masih berada di Filipina. Mereka, masih dimintai keterangan terkait keterlibatan satu tersangka warga negara Filipina.(Sah)

Beri Komentar