Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (nu.lampung.or.id)
Dream - Sebanyak 50 persen guru di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) belum tersertifikasi sejak tahun 2006. Hal itu didasarkan pada hasil sertifikasi yang dimiliki Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan persoalan ini disebabkan beberapa persoalan terkait administrasi. Salah satunya adalah banyak guru yang belum memiliki ijazah Strata 1 (S1).
" Banyak yang belum S1 dan ribuan guru lainnya masih terkendala ikatan kontrak non-PNS. Selain itu, persoalan anggaran pendidikan juga menjadi pokok persoalan utama," ungkap Lukman di Jakarta, Senin, 7 Desember 2015.
Berdasarkan data yang dikeluarkan Ditjen Pendis, setidaknya ada sekitar 1.000.238 guru yang berada di bawah naungan Kemenag. Tetapi, dari jumlah itu baru sekitar 565.392 orang guru yang telah tersertifikasi.
" Sisanya, sebanyak 565.846 belum tersertifikasi," jelas Dirjen Pendis Kamaruddin Amin.
Menurut Amin, semakin banyaknya guru yang belum sertifikasi pasca karena terbentur peraturan yang berlaku. Dia mengatakan, aturan mengenai penuntasan sertifikasi di tahun 2015 sebetulnya hanya untuk guru yang diangkat 2005.
" Jumlah guru tersertifikasi yang diangkat sejak tahun 2001 hingga 2005 itu tinggal empat ribuan. Sisanya yang banyak adalah guru-guru yang baru diangkat. Setelah itu muncul-muncul terus. Itu kendalanya," terang Amin.
Ke depannya Amin akan terus mendorong pelaksaan sertifikasi guru ini. Dia menargetkan pelaksanaan sertifikasi guru itu akan selesai pada 2019 mendatang. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya