Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sedang mengembangkan database mustahik, penerima zakat. Database ini dibangun agar penyaluran zakat tepat sasaran.
" Kita berangkat yang tadinya manual semua ketika menyalurkan harus tercatat, kita catat di dalam sistem digital," ujar Direktur Operasi Baznas, Wahyu Kuncahyo di Jakarta, Jumat, 12 April 2019.
Sistem database mustahik ini nantinya akan terhubung dengan sistem di Kementerian Sosial yang berisi data-data orang miskin Indonesia. Rencananya, Baznas akan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Wahyu mengharapkan kerja sama ini akan membuat data-data para mustahik lebih akurat lagi.
" Jadi poin ini menghindarkan duplikasi, jangan sampai orangnya sama mendapat bantuan berulang kali sementara yang lain belum terpetakan," ucap dia.
Kepala Pusat Kajian Strategis Baznas, Muhammad Hasbi mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 40 ribu data mustahik tercatat di pusat data ini.
" Data ini juga belum dari Baznas provinsi, Baznas kabupaten atau kota. Kami punya data hingga ke tingkat desa," kata Hasbi.
Hasbi menuturkan, database ini hanya bisa diakses oleh lembaga-lembaga zakat saja. " User-nya terbatas, hanya lembaga zakat saja," ucap dia.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

