Akhir Bahagia Guru Madrasah Indramayu Tinggal di Rumah Reot

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 4 April 2019 19:01
Akhir Bahagia Guru Madrasah Indramayu Tinggal di Rumah Reot
Bersama keluarganya, Karita tinggal di gubuk reyot di atas lahan milik orang lain.

Dream - Warga Desa Luwi Gede, Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Karita, harus menjalani kehidupan dengan penuh keterbatasan. Guru madrasah itu terpaksa tinggal di gubuk reyot bersama istri dan anak-anaknya.

Ditambah lagi, gubuk itu berdiri di atas tanah milik orang lain yang iba atas penderitaan Karita. Penghasilannya sebagai guru madrasah tidak cukup untuk bisa memiliki hunian layak.

Kisah hidup Karita sempat viral di media sosial. Hingga akhirnya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terjun demi meringankan beban Karita dan keluarganya.

" Bapak Karita sangat membutuhkan bantuan cepat," ujar Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 4 April 2019.

Untuk membantu kehidupan sehari-hari, Baznas memberikan bantuan berupa mesin obras dan perlengkapan pendukung lainnya. Bantuan tersebut bertujuan membuat Karita lebih berdaya secara ekonomi.

 Baznas di Indramayu© Istimewa

Menurut Arifin, selain menjadi guru madrasah, Karita juga membuka jasa jahit di rumahnya. Sayangnya, mesin jahit yang dipakai Karita sudah usang.

" Dengan adanya mesin jahit baru ini dan pemberian modal usaha berupa perlengkapan jahit, Baznas berharap pendapatan Bapak Karita dapat meningkat," ucap Arifin.

Karita bersyukur mendapatkan bantuan dari Baznas. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyalurkan dana zakat ke BAZNAS hingga dia merasa tertolong.

" Semoga mesin jahit ini bermanfaat untuk keluarga saya, menafkahi untuk anak istri saya," kata Karita.(Sah)

Beri Komentar