Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Anniesa Hasibuan, Andika Surachman Dan Kiki Hasibuan
Dream - Kasus dugaan penipuan biro travel umroh Pt First Anugerah Karya (First Travel) terus menjadi pembicaraan masyarakat. Polisi telah menangkap tiga orang di balik kasus penipuan itu, Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan alias Anniesa Hasibuan, dan Siti Nuraidah Hasibuan atau Kiki Hasibuan.
Ketiganya dicokok polisi karena keterlibatannya dugaan menipu para jemaah umroh. Meski ketiganya masih mendekam di dalam tahanan Mabes Polri, kabar mengenai tiga orang terduga pelaku penipuan itu terus dicari.

Paling baru, muncul foto-foto ketiga tersangka penipuan saat berbaju tahanan oranye. Mereka dipotret untuk melengkapi identitas sebagai tersangka di kepolisian.

Dalam perkara ini, polisi mendapatkan temuan bahwa total calon jamaah umroh yang belum diberangkatkan mencapai 58.682 orang.
" Jumlah jamaah yang mendaftar 72.682 dari Desember 2016 hingga Mei 2017 dan ini sudah membayar. Yang sudah diberangkatkan 14 ribu yang belum berangkat 58.682," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa 22 Agustus 2017. (ism)
© Dream
Dream - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggeledah kediaman bos PT First Anugerah Karya atau First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan. Dari rumah megah di kawasan Sentul City, Bogor, Jawa Barat, itu, polisi menemukan airsoft gun dan 10 butir peluru kaliber 5,56 milimeter.
" Temuan peluru ini bisa menjadi masalah baru," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak, di kantornya, Jakarta, Selasa 22 Agustus 2017.
Rudolf mengatakan, terkait kepemilikan peluru tajam tersebut, bos First Travel dapat dikenai Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman 15 tahun penjara.
" Dia ini memiliki (peluru tajam) tanpa hak, bisa dikenakan Undang-Undang darurat," ucap dia.
Sebelumnya, polisi juga mengamankan sembilan airsoft gun di kediaman Anniesa dan Andika Surachman.
" Ya benar. Ada ditemukan di rumah bersangkutan, ada beberapa pucuk airsoft gun," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu 20 Agustus 2017.
© Dream
Dream - Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menggelar konferensi pers terkait penyidikan kasus penipuan dan penggelapan dana jamaah umroh PT First Anugerah Karya atau First Travel di Badeksi Polri, Jakarta.
Dalam acara itu, polisi juga menghadirkan ketiga tersangka yakni Direktur Utama First Travel, Andika Surachman, Direktur First Travel Anniesa Desvitasari Hasibuan dan Direktur Keuangan First Travel Siti Nuraidah Hasibuan alias Kiki Hasibuan.
Ketiganya masuk ke dalam ruangan konferensi pers menggunakan baju tahanan berwarna oranye dengan penjagaan ketat oleh polisi.
Ketiganya dibariskan oleh polisi langsung menghadap ruangan konferensi pers tanpa menggunakan penutup kepala. Wajah Andika terlihat datar dan tidak ada ekspresi ketika awak media memotretnya.
Sementara itu, Anniesa dan Kiki terlihat menggunakan cadar berwarna hitam dan menggunakan kerudung. Keduanya hanya bisa tertunduk.
Setelah selesai acara konferensi pers pun, ketiganya masih bungkam saat wartawan mencoba mengajukan pertanyaan.
Dalam perkara ini, polisi mendapatkan temuan kalau total calon jamaah umroh yang belum diberangkatkan mencapai 58.682 orang.
" Jumlah jamaah yang mendaftar 72.682 dari Desember 2016 hingga Mei 2017 dan ini sudah membayar. Yang sudah diberangkatkan 14 ribu yang belum berangkat 58.682," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa 22 Agustus 2017.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya